Trump Kembali Sesumbar Ancam Iran

15 February 2026 22:20

?Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras terhadap Republik Islam Iran. Di tengah situasi Timur Tengah yang masih bergejolak, Trump secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menggulingkan pemerintahan Iran dan memaksa negara tersebut menyepakati perjanjian nuklir baru.

Sebagai bentuk tekanan nyata, Trump mengonfirmasi akan mengerahkan kembali kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, menuju perairan Timur Tengah. Langkah ini diambil tak lama setelah Trump mengusulkan putaran baru pembicaraan nuklir.

Dalam pernyataannya, Trump menyindir upaya diplomasi yang dinilainya gagal selama puluhan tahun dan menegaskan bahwa kekuatan militer besar Amerika Serikat siap digunakan.

"Sepertinya itu (pergantian rezim) adalah hal terbaik yang bisa terjadi. Selama 47 tahun mereka hanya bicara, bicara, dan bicara. Sementara itu, kekuatan luar biasa telah tiba dan kekuatan tambahan, seperti yang Anda tahu, kapal induk lainnya akan segera berangkat," ujar Trump.
 

Baca juga:
Spesifikasi USS Gerald R Ford, Kapal Induk Terbesar di Dunia

Trump juga sesumbar mengenai target militer AS, dengan menyebut situs-situs nuklir Iran sebagai sasaran utama. "Situs nuklir iranian telah benar-benar dimusnahkan. Apa lagi yang tersisa untuk dikejar?" tambahnya dengan nada provokatif.

Peringatan Negara Arab dan Penolakan Warga AS

Rencana agresif Trump ini memicu kekhawatiran luas. Negara-negara Arab di kawasan Teluk telah memperingatkan bahwa serangan apapun terhadap Iran dapat memicu konflik regional yang lebih besar dan tak terkendali. Apalagi, Timur Tengah saat ini masih terguncang hebat akibat genosida yang dilakukan Zionis Israel di Palestina.

Di dalam negeri Amerika Serikat sendiri, kebijakan Trump menuai pro dan kontra. Sebagian publik AS, termasuk komunitas Yahudi, dilaporkan menyuarakan penolakan terhadap perang terbuka dengan Iran dan mengaku muak dengan retorika perang yang terus didengungkan.

Respons Iran: 47 Tahun Revolusi Islam

Di sisi lain, ancaman Trump tidak menyurutkan semangat Iran. Bertepatan dengan peringatan 47 Tahun Revolusi Islam, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, memuji keteguhan rakyatnya.

Meski terus ditekan oleh sanksi dan ancaman militer dari Zionis maupun sekutunya, Khamenei menegaskan bahwa rakyat Iran tidak pernah takut dan akan terus melawan segala bentuk intimidasi demi mempertahankan kedaulatan negara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)