Suasana khidmat dan penuh semangat patriotisme menyelimuti kawasan Monas hingga Istana Merdeka pada Senin pagi, 17 Agustus 2026. Prosesi Kirab Bendera Pusaka Sang Merah Putih dan Naskah Teks Proklamasi resmi digelar sebagai rangkaian utama peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Prosesi kirab tahun ini dimulai dari Cawan Monas, melewati titik ikonik Patung Kuda, hingga berakhir di halaman Istana Merdeka. Ribuan masyarakat terpantau telah memadati sepanjang rute kirab sejak dini hari untuk menyaksikan langsung simbol sejarah bangsa tersebut diarak.
Dua Srikandi Purna Paskibraka Pembawa Bendera
Tugas penting membawa bendera negara dan naskah proklamasi tahun ini diamanahkan kepada dua putri terbaik Purna Paskibraka Duta Pancasila. Sultana Najwa, siswi SMAN 82 Jakarta, bertugas membawa Bendera Merah Putih. Sementara itu, Aliah Sakira, siswi SMAN 14 Makassar, bertugas membawa Naskah Proklamasi.
Keduanya tampak anggun dan berwibawa duduk di dalam Kereta Kencana Garuda Prabayaksa, yang menjadi pusat perhatian dalam iring-iringan tersebut.
Iring-iringan Penuh Simbolisme
Kirab ini melibatkan berbagai unsur pengamanan dan kesenian yang sarat akan makna. Barisan terdepan dipimpin oleh 45 pasukan motor kawal Polisi Militer, yang menariknya, mencakup 15 personel "Srikandi" atau polisi militer wanita.
Kemegahan kirab semakin terasa dengan kehadiran Drum Corps Pelopor Cendrawasih dari Akademi Kepolisian yang menerjunkan 170 personel. Selain itu, terdapat 114 personel Resimen Kavaleri Berkuda Ronggolawe serta 78 pasukan yang mengenakan busana adat dari berbagai kerajaan di Nusantara, melambangkan kekayaan budaya dari Sabang sampai Merauke.
Simbol usia
kemerdekaan Indonesia ke-81 juga direpresentasikan melalui jumlah pasukan berkuda kawal belakang yang berjumlah tepat 81 personel, dipimpin oleh Letnan Kolonel Kavaleri Edison Hadi.
Filosofi Kereta Kencana Garuda Prabayaksa
Kereta Kencana Garuda Prabayaksa yang digunakan merupakan karya pengrajin Yogyakarta. Secara etimologi, "Praba" berarti cahaya dan "Yaksa" berarti besar, sehingga "Prabayaksa" bermakna cahaya terang yang besar.
Kereta ini ditarik oleh delapan ekor kuda yang melambangkan bulan Agustus. Materialnya terbuat dari besi baja sebagai simbol ketangguhan menghadapi tantangan hidup, serta kayu jati yang melambangkan kesahajaan.
Penyerahan di Istana Merdeka
Setibanya di
Istana Merdeka, Kereta Kencana berhenti tepat di hadapan mimbar kehormatan. Bendera Merah Putih dan Naskah Proklamasi kemudian diserahkan oleh Sultana Najwa dan Aliah Sakira kepada perwira Paspampres, Letda CPM Raihan Ontoseno Bremi dan Letda CPM M. Aufforul Gumilar.
Kedua benda sakral tersebut kini telah diletakkan di meja mimbar kehormatan dan siap digunakan dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.