14 November 2023 00:16
Tokoh nasional hingga ketua umum partai ramai-ramai bersuara tentang indikasi kecurangan Pemilu. Anak presiden yang ikut berkontestasi menjadi faktor apa yang mungkin dilakukan Presiden untuk menguntungkan anaknya di Pilpres 2024.
Gedung Komisi Pemilihan Umum di Jalan Imam Bonjol Nomor 29 Jakarta tampak dipenuhi para jurnalis. Mereka sedang menunggu rapat pleno tertutup untuk penetapan pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden menjadi calon presiden dan calon wakil presiden.
Setelah rapat pleno tertutup usai, para komisioner KPU yang berjumlah tujuh orang, termasuk Ketua Hasyim Asy'ari menggelar konferensi pers.
Dalam pernyataan yang dibacakan komisioner KPU Idam Kholik, KPU menyatakan tiga pasangan bacapres-bacawapres yang sudah mendaftar di KPU yakni Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo - Mahfud MD dan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka dinyatakan memenuhi syarat dan secara resmi menjadi calon presiden dan calon wakil presiden.
Dengan penetapan capres-cawapres ini, Pemilu memasuki tahapan yang semakin penting. Namun di sisi lain, sejak beberapa saat terakhir penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil serta bebas dan rahasia menjadi tanda tanya banyak kalangan.
Tak kurang dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga menyuarakan keprihatinannya atas munculnya indikasi akan adanya pemilu yang tidak lagi jujur, adil, bebas, dan rahasia lagi.
"Jangan biarkan kecurangan pemilu yang akhir ini terlihat sudah mulai akan terjadi lagi, gunakan hak pilihmu dengan tuntunan nurani, praktik kekuasaan yang otoriter itulah yang telah kita koreksi, maka melalui reformasi janganlah lupa lahirlah demokratisasi melalui pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden secara langsung dan terbatas, serta undang-undang tentang pemerintahan yang bebas dari nepotisme kolusi dan korupsi," ungkap Megawati.
Sementara itu, calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka minta bukti jika ditemukan adanya kecurangan sekaligus meminta untuk melaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). "Dilaporkan saja ke Bawaslu kalau ada kecurangan," ujar Gibran.
Faktor Gibran sebagai salah satu kontestan Pilpres memang memicu kekhawatiran penyelenggaraan pemilu akan berjalan tidak jujur dan adil. Ini karena Gibran merupakan putra dari Joko Widodo yang saat ini menjabat sebagai presiden.
Dikhawatirkan penggunaan instrumen negara untuk memenangkan kandidat favorit Istana akan membuat Pemilu berjalan tidak jujur dan tidak adil. memang ada di pesimisme ya di
Keprihatinan juga ditunjukkan oleh sebagian tokoh nasional di antaranya Budayawan Goenawan Mohamad dan tokoh agama Romo Benny Susetyo. Mereka sowan ke kediaman KH Mustofa Bisri di Rembang, Jawa Tengah, untuk curhat soal kondisi bangsa yang sedang tidak baik-baik saja, termasuk di antaranya penyelenggaraan pemilu yang terindikasi ada masalah kecurangan.