Kenvue bersama Kemenkes Gelar Kampanye Sehat Tanpa Rokok

4 June 2026 16:01

Tingginya angka perokok di Indonesia masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat. Merespons hal tersebut, Kenvue bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) meluncurkan kampanye sehat tanpa rokok dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

"Jadi sebenarnya kampanye ini sudah kita pupuk sejak lama, ya. Kita sudah, udah tahun kedua untuk bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, PDPI, karena kita memang ingin mendukung program pemerintah Sehat Tanpa Rokok."

Sebagai bagian dari kampanye ini dihadirkan terapi pengganti nikotin atau nicotine replacement therapy yang kini dapat diakses masyarakat secara lebih mudah di apotek. Terapi ini dinilai lebih efektif apabila dikombinasikan dengan konseling untuk membantu perokok berhenti dari kebiasaan merokok.

"Tentunya kita mendukung dengan pengobatan. Karena itu memang core strength kami. Kita punya nicotine replacement therapy, formula kami itu sudah jadi nomor satu di seluruh dunia. Jadi kita memberikan obat dan didistribusikan di channel-channel yang tepat. Kita make sure bahwa obat ini juga dikomunikasikan dengan cara yang tepat." kata Marketing Director Kenvue Indonesia, Fika Yolanda, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis, 4 Juni 2026.
 

Baca juga: Pemerintah Bakal Batasi Nikotin dan Tar Rokok Secara Bertahap


Dalam kesempatan yang sama, hasil riset RSUP Persahabatan menunjukkan bahwa paparan asap rokok memiliki kaitan dengan risiko stunting pada anak. Paparan asap rokok ketika kehamilan disebut dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan pertumbuhan yang tidak optimal.

"Data-data kesehatan baik internasional maupun data nasional juga sudah terbukti memberikan gambaran dampak kesehatan dari kebiasaan merokok itu. Dengan hidup sehat tanpa merokok, mulai dari tidak merokok dan yang sudah merokok harus berhenti, tentunya dampak kesehatan itu dalam masa depan dapat dikurangi untuk masyarakat menjadi lebih sehat," ucap Penasihat Pengurus Pusat PDPI dan RS Persahabatan, Agus Dwi Susanto.

(Nopita Dewi)