23 July 2026 15:38
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian, memberikan pembekalan strategis kepada 1.204 Praja Utama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan ke-33. Acara ini berlangsung di Aula Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjelang pelantikan mereka sebagai Pamong Praja.
“Kepada 1.204 praja yang insyaallah akan segera mengakhiri proses belajar mengajar mereka di sini selama lebih kurang 4 tahun, saya merasa bangga,” kata Mendagri Tito Karnavian, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis, 23 Juli 2026.
Pembekalan bertema "Dukungan IPDN dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045" ini bertujuan menyiapkan para lulusan untuk menghadapi dinamika pemerintahan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam arahannya, Mendagri menekankan peran penting IPDN sebagai lembaga pendidikan kedinasan yang mencetak kader-kader unggul di masa depan.
Salah satu momen menarik dalam acara tersebut adalah saat Mendagri memanggil 10 lulusan terbaik dari berbagai daerah pendaftaran. Tito secara langsung menanyakan latar belakang keluarga mereka. Ia mengungkapkan kekagumannya karena mayoritas lulusan terbaik tersebut berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana.
Melalui fakta ini, Tito menegaskan bahwa proses rekrutmen di IPDN kini berjalan secara objektif, transparan, dan berdasarkan kemampuan individu (meritokrasi), tanpa adanya praktik titipan atau suap.
"Saya bangga karena ada 10 orang yang terbaik itu berasal dari latar belakang keluarga yang biasa-biasa saja. Ini membuktikan seleksi IPDN dilakukan secara jujur," tegasnya.