Jakarta: Perkembangan teknologi medis kembali mencetak terobosan signifikan. Inovasi robot bedah jarak jauh asal China kini menunjukkan kemajuan pesat dan mulai membuka peluang ekspansi layanan kesehatan lintas negara secara lebih luas.
Langkah besar ini ditandai dengan peresmian Rumah Sakit China Barat Universitas Sichuan sebagai platform bedah pintar internasional pada 21 Maret 2026. Platform tersebut tidak hanya menghadirkan efisiensi dalam layanan medis, tetapi juga menjadi solusi atas keterbatasan jarak, biaya, dan waktu yang selama ini menjadi kendala dalam akses operasi spesialis. Hingga kini, tercatat tujuh prosedur bedah jarak jauh internasional telah berhasil dilakukan melalui teknologi ini.
Salah satu pencapaian menonjol datang dari dokter asal Polandia, Dr. Piotr Suwalski, yang berhasil melakukan operasi dari jarak lebih dari 7.000 kilometer menggunakan sistem robotik tersebut. Menariknya, prosedur ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghasilkan tingkat perdarahan yang lebih rendah dibandingkan metode bedah konvensional.
Efisiensi Layanan dan Dukungan Tim Profesional
Wakil Presiden Rumah Sakit China Barat Universitas Sichuan, Wu Hong, menegaskan bahwa pergeseran layanan ini membawa dampak positif. Dalam kasus operasi pankreas dan hepatobilier, misalnya, pasien dan keluarga sebelumnya harus melakukan perjalanan ke Chengdu yang memakan waktu serta biaya besar.
Kini, melalui inisiatif ini,
tindakan medis dapat dilakukan di kota asal pasien. Untuk menjamin keamanan, disiapkan pula tim profesional dalam mekanisme respons darurat 24 jam yang terdiri dari teknisi peralatan, ahli anestesi, teknisi jaringan, tenaga keperawatan, hingga spesialis bedah di pusat.
Di Chengdu, pada akhir Maret, digelar konferensi
robot bedah internasional yang dihadiri akademisi dan pakar dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia untuk membahas perkembangan inovasi di bidang ini. Sementara itu, di Brasil, melalui Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra, platform bedah pintar asal China mulai dipromosikan.
Selain itu, terdapat rencana pendirian pusat kendali robot bedah jarak jauh di Mesir pada Juli mendatang. Secara keseluruhan, inovasi teknologi robot bedah China masih terus diarahkan untuk mempercepat ekspansi ke pasar internasional.
Industri Robot Bedah Kian Diakui Dunia
Industri robot bedah China kini menjadi sorotan global. Berdasarkan data Kamar Dagang China untuk Impor dan Ekspor Obat-obatan dan Produk Kesehatan, ekspor robot bedah China meningkat hingga 368,1% secara tahunan pada 2025. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi dan
peralatan medis China semakin mendapat pengakuan luas di tingkat internasional.
Selain itu, sektor peralatan medis China juga menunjukkan peningkatan kualitas dan daya saing yang signifikan. Sejak 2019 hingga 2025, nilai ekspor peralatan medis meningkat sebesar 62,4% hingga mencapai 45,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Arah Pengembangan ke Depan
Presiden Rumah Sakit China Barat Universitas Sichuan, Luo Fengming, menegaskan bahwa pengembangan selanjutnya akan difokuskan pada penguatan jaringan bedah jarak jauh. Selain itu, upaya terus dilakukan dalam pengembangan penerapan klinis, inovasi teknologi, serta pelatihan talenta, dengan harapan dapat meningkatkan aksesibilitas, presisi, dan kecerdasan robot bedah melalui kerja sama internasional.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Odetta Aisha Amrullah)