14 August 2026 18:53
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan capaian positif indikator ekonomi nasional sekaligus arah kebijakan strategis pemerintah ke depan. Dalam keterangan terbarunya, pemerintah membidik target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dengan penguatan pada sektor teknologi tinggi dan efisiensi birokrasi.
Airlangga mengungkapkan bahwa ketimpangan dan pengangguran di Indonesia terus menurun. Rasio Gini tercatat turun ke level 0,368 pada Maret, diikuti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang melandai ke angka 4,65 persen pada Mei.
"Sektor riil seperti otomotif naik 33,3 persen secara year-on-year, dan khusus untuk kendaraan elektrik atau kendaraan hibrid itu naiknya lebih dari 40persen," ujar Airlangga dalam tayangan Breaking News Netro TV, Jumat, 14 Agustus 2026.
Dari sisi stabilitas eksternal, cadangan devisa Indonesia tetap kokoh di angka USD 145,3 miliar, setara dengan 5,5 bulan impor. Selain itu, neraca dagang periode Januari-Juni tetap surplus di angka 3,58 persen, dengan posisi rupiah yang menguat 0,69 persen dalam sepekan terakhir.
Pemerintah tengah melakukan efisiensi besar-besaran pada sektor korporasi negara. Airlangga menyebutkan, dari total 1.074 BUMN, sebanyak 290 perusahaan telah ditutup, dengan target tersisa maksimal 300 BUMN pada akhir tahun ini.
Baca Juga :