Korban Banjir Bandang Solok Mulai Kembali ke Rumah Cari Barang Tersisa

23 September 2026 16:45

Solok: Sejumlah pengungsi korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, mulai meninggalkan tempat pengungsian untuk mengecek kondisi rumah dan mencari barang-barang yang masih tersisa.

Mmemasuki hari kedua pascabanjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Gunung Talang, sejumlah pengungsi masih bertahan di tiga lokasi. Salah satunya di rumah dinas Wakil Bupati Solok yang dihuni 10 kepala keluarga atau 39 jiwa.

“Untuk beberapa warga, ini baru saja meninggalkan tempat pengungsian karena mereka harus masih mengecek rumahnya masing-masing dan juga mencari apakah masih ada barang-barang yang tertinggal,” ujar Jurnalis Metro TV Nadia Soraya dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu 23 September 2026.

Menurut Nadia, tidak seluruh rumah warga hilang diterjang banjir bandang. Sebagian warga masih memiliki rumah yang tersisa sehingga mereka kembali untuk melihat kondisi tempat tinggal dan mencari barang yang dapat diselamatkan.

Di tengah kondisi tersebut, para pengungsi masih membutuhkan sejumlah kebutuhan dasar. Salah satu pengungsi, Yeni Fitri, mengatakan warga membutuhkan pakaian untuk pria, wanita, dan anak-anak, serta perlengkapan mandi.

“Yang terutama ya pakaian kan, pakaian pria wanita anak-anak kan, pakaian pokoknya perlengkapan wanita, pakaian perlengkapan pria, perlengkapan mandi, selimut atau bantal kasur,” kata Yeni.

Yeni juga menyebut makanan masih dibutuhkan warga selama berada di pengungsian. Ia berharap makanan yang diberikan merupakan makanan yang sehat agar warga tetap memiliki tenaga selama menghadapi kondisi pascabanjir.

“Terus itu makanan gitu kalau ada, kalau dapat, kalau ada apa kasih pokoknya makanan yang sehatlah biar kami kuat hadapi ini,” ujarnya.

Wakil Bupati Solok Candra mengatakan dua warga yang dilaporkan hilang hingga kini belum ditemukan. Sementara empat korban luka telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis.

“Yang pertama kami ingin sampaikan dua orang yang melapor ke kita belum ditemukan. Kemudian empat orang yang korban luka-luka sudah kita amankan,” kata Candra.

Candra menambahkan, banjir juga berdampak pada lahan pertanian warga. Sekitar 40 hektare sawah dan 15 hektare ladang masyarakat terdampak banjir.

"Kemudian yang terdampak untuk lahan pertanian lebih kurang ada 40 hektare sawah, kemudian untuk ladang masyarakat lebih kurang ada 15 hektare yang terdampak," ucapnya. 

Hingga kini petugas gabungan masih melakukan penanganan dan pembersihan material banjir. Proses pencarian warga yang masih hilang serta penanganan korban juga masih terus dilakukan. 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X