Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Sumatra Barat terkena material banjir bandang. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Solok
Kawasan Pemkab Solok Rusak Berat, Gubernur Sumbar Lapor ke Kemendagri
Bonar Harahap • 23 September 2026 15:47
Solok: Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatra Barat, pada Senin malam, 21 September 2026. Bencana tersebut menyebabkan 12 unit kantor organisasi perangkat daerah (OPD) mengalami kerusakan berat.
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansyarullah telah melaporkan kondisi kerusakan serta dampak bencana terhadap pelayanan pemerintahan kepada Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.
Material lumpur, batu, dan kayu yang terbawa arus dari lereng Gunung Marapi Talang menimbun sejumlah bangunan perkantoran dan rumah warga di Kecamatan Talang, Kabupaten Solok.
Derasnya aliran galodo turut membawa material berukuran besar hingga menerjang kawasan perkantoran pemerintah. Batu, kayu, dan lumpur bercampur air menerjang sejumlah bangunan di kompleks tersebut.
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi mengatakan bencana tersebut menyebabkan sejumlah kantor pemerintahan mengalami kerusakan berat.
“Banjir bandang menghantam kawasan ini mengakibatkan dua belas unit kantor organisasi pemerintah daerah (OPD) Kabupaten Solok rusak berat. Di antaranya, kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Kesehatan,” kata Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansyarullah, Rabu, 23 September 2026.
Penanganan pascabencana masih dilakukan di kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Sejumlah unsur terlibat dalam proses pembersihan material yang menutupi area terdampak.
BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat bergotong royong menyingkirkan lumpur, kayu, dan batu yang terbawa banjir bandang. Alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material berukuran besar.

Foto udara dampak banjir bandang menerjang kawasan Nagari Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. ANTARA/Fandi Yogari
Mahyeldi mengatakan laporan mengenai kondisi kawasan terdampak telah disampaikan kepada Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Laporan tersebut mencakup kerusakan fasilitas pemerintahan dan kondisi pelayanan kepada masyarakat setelah bencana.
Selain merusak sejumlah kantor pemerintah, galodo juga berdampak terhadap rumah warga. Sebanyak 150 rumah dilaporkan mengalami kerusakan sehingga ratusan warga terpaksa mengungsi. Pemerintah belum menyampaikan nilai kerugian material akibat banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut.
Proses pembersihan dan penanganan dampak bencana masih berlangsung. Pemerintah bersama unsur terkait juga terus melakukan penanganan terhadap fasilitas yang terdampak agar aktivitas pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan.