Eksplorasi 5 Tradisi Tahun Baru Paling Unik di Dunia: Dari Bola Api hingga Ritual Makam

2 January 2026 11:18

Jakarta: Masyarakat di berbagai belahan dunia memiliki cara yang beragam dan sarat makna dalam merayakan momen pergantian tahun. Tradisi-tradisi unik ini tidak hanya menjadi simbol kegembiraan, tetapi juga mencerminkan akar sejarah serta kepercayaan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.

Ritual Api dan Penghormatan Leluhur

Penggunaan elemen api menjadi salah satu ciri khas perayaan tahun baru di beberapa negara sebagai simbol pembersihan dan harapan baru. Di Skotlandia, perayaan yang dikenal dengan nama Festival Hogmanay menampilkan parade pria dewasa yang membawa suluh dengan bola api di ujungnya sepanjang jalan utama.
 

Berikut adalah rincian tradisi unik yang melibatkan elemen api dan penghormatan keluarga:
  1. Festival Cahaya Api (Skotlandia): Tradisi warisan bangsa Viking ini menggunakan api sebagai simbol pembersihan diri dan penyambutan kembali matahari pasca-musim dingin.
  2. Menginap di Pemakaman (Chili): Warga setempat berkumpul di area pemakaman untuk merayakan pergantian tahun bersama anggota keluarga yang telah berpulang sebagai bentuk penghormatan.
  3. Pembakaran Orang-orangan (Ekuador): Masyarakat membakar replika manusia dari kertas dan kayu tepat pada tengah malam untuk membuang kesialan tahun lama.
Tradisi di Chili secara resmi didukung oleh pemerintah setempat dengan membuka akses pemakaman pada malam hari agar warga dapat mengenang kerabat mereka. Sementara itu, di Ekuador, aksi pembakaran massal dianggap sebagai langkah simbolis untuk mengundang keberuntungan di masa depan.

Simbolisme Spiritual dan Harapan Keberuntungan

Selain ritual fisik yang dramatis, beberapa negara Asia dan Amerika Latin menekankan pada makna spiritual dan simbolisme warna dalam menyambut tahun baru. Jepang menjalankan tradisi Oshogatsu dengan menyantap Toshikoshi Soba sebagai simbol harapan untuk umur yang panjang.
 

Aktivitas tersebut kemudian dilanjutkan dengan ritual keagamaan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat:
  1. Lonceng 108 Kali (Jepang): Kuil-kuil di Jepang membunyikan lonceng sebanyak 108 kali guna melambangkan pembersihan diri dari dosa dan sifat buruk manusia.
  2. Pakaian Dalam Warna Cerah (Amerika Latin): Di Brasil dan Meksiko, penggunaan warna merah melambangkan cinta, sedangkan warna kuning melambangkan kemakmuran dan rezeki.
  3. Doa Pagi Hari: Setelah ritual malam berakhir, warga Jepang mengunjungi kuil pada pagi hari untuk memanjatkan doa demi keberkahan di tahun baru.
Keberagaman warna pakaian dalam di Amerika Latin menunjukkan adanya ekspektasi spesifik individu terhadap pencapaian personal di tahun yang akan datang. Setiap warna yang dipilih merupakan bentuk manifestasi dari harapan hidup yang lebih baik bagi pemakainya.

Sobat MTVN Lens, seluruh tradisi ini memperlihatkan bahwa meskipun cara merayakannya berbeda, esensi dari tahun baru tetap sama bagi masyarakat dunia. Momen ini selalu menjadi titik balik untuk melepaskan hal-hal negatif dan menyambut masa depan dengan penuh optimisme.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Daffa Yazid Fadhlan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)