Jakarta: Gaji baru masuk, tetapi sebagian besar langsung habis untuk membayar cicilan? Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda bahwa pengelolaan keuangan perlu dievaluasi. Agar kondisi finansial tetap sehat, penting mengetahui batas aman cicilan sesuai dengan penghasilan bulanan.
Batas Aman Cicilan Menurut Perencana Keuangan
Perencana keuangan dari
Finante.id, Rista Zwestika, menyarankan agar total
cicilan tidak melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki gaji sebesar Rp5 juta per bulan, maka total cicilan yang ideal adalah sekitar Rp1,5 juta setiap bulan. Dengan batas tersebut, penghasilan yang tersisa masih dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menabung, berinvestasi, hingga menyiapkan dana darurat.
Mengapa Cicilan Perlu Dibatasi?
Semakin besar porsi penghasilan yang digunakan untuk membayar
cicilan, semakin kecil pula ruang untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Jika cicilan sudah melebihi batas ideal, seseorang berisiko mengalami kesulitan keuangan ketika menghadapi kondisi tak terduga, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok atau penurunan pendapatan. Karena itu, menjaga porsi cicilan tetap terkendali menjadi salah satu langkah penting dalam mengelola keuangan pribadi.
Rista mengingatkan bahwa
cicilan yang sudah mencapai 40 persen atau lebih dari penghasilan bulanan patut diwaspadai. Pada kondisi tersebut, kemampuan keuangan menjadi lebih terbatas karena sebagian besar pendapatan telah dialokasikan untuk membayar utang. Akibatnya, seseorang akan lebih rentan mengalami masalah keuangan apabila muncul kebutuhan mendesak.
Saat menghitung total
cicilan, jangan hanya memperhitungkan kredit rumah atau kendaraan. Pengeluaran untuk paylater, kartu kredit, hingga pinjaman online juga harus dimasukkan dalam perhitungan karena seluruhnya merupakan kewajiban yang harus dibayar setiap bulan. Meski nominal masing-masing terlihat kecil, jika diakumulasikan jumlahnya bisa membebani kondisi keuangan.
Terapkan Rumus 30-40 Persen
Sebagai panduan sederhana, masyarakat dapat menggunakan aturan berikut:
- Maksimal 30 persen: kondisi cicilan masih tergolong aman.
- Sekitar 40 persen: mulai perlu waspada dan mengevaluasi pengeluaran.
- Lebih dari 40 persen: berisiko mengganggu kesehatan keuangan dan sebaiknya segera dikurangi.
Nah, memiliki
cicilan bukan berarti kondisi keuangan tidak sehat. Yang terpenting adalah memastikan jumlahnya tetap sesuai kemampuan membayar. Dengan menjaga porsi cicilan tetap ideal, kebutuhan sehari-hari, tabungan, hingga dana darurat tetap bisa terpenuhi tanpa membebani kondisi finansial.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Odetta Aisha Amrullah)