9 March 2026 21:40
Di balik senyum lembutnya, Mawar Malinah menyimpan sebuah narasi perjuangan yang tidak sederhana. Tumbuh dalam keluarga yang pernah hidup berkecukupan, Mawar harus merasakan pahitnya takdir saat keluarganya kehilangan segalanya dan terpaksa memulai hidup kembali dari titik nol. Namun, di tengah guncangan ekonomi dan tekanan batin tersebut, ia justru menemukan kekuatan luar biasa melalui Al-Qur'an yang ia dalami di Pondok Pesantren Bait Qur’any.
Mawar dibesarkan dalam lingkungan religius yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pusat kehidupan. Kedekatannya dengan kitab suci sudah dimulai sejak ia masih di dalam kandungan, di mana sang ibu rutin membacakan ayat-ayat suci untuknya. Sang ibu, seorang mantan penyanyi dangdut yang telah berhijrah, kini mendedikasikan hidupnya di jalan dakwah dan menjadi pembimbing jemaah haji serta umrah bersama sang ayah.
Namun, kejayaan materi keluarga ini diuji saat mereka menjadi korban penipuan biro perjalanan haji dan umrah. Insiden tersebut mengakibatkan keluarga Mawar kehilangan rumah dan harta benda. Perubahan drastis pun terjadi. Mereka harus pindah dari kawasan elite menuju sebuah perkampungan. Bagi Mawar, perpindahan ini bukan sekadar urusan alamat, melainkan ujian mental untuk memulai kembali segalanya dari titik terendah.
Mawar menaruh kekaguman yang luar biasa atas ketangguhan kedua orang tuanya, terutama sang ibu yang ia sebut sebagai wanita paling hebat. Dalam sebuah kesempatan, Mawar menceritakan betapa beratnya perjuangan ibundanya untuk tetap berdiri tegak demi keluarga dan jemaah.
"Umi itu keren banget. Perjuangan Umi yang Mawar tahu, beliau masih bisa bangkit meskipun sudah tidak muda lagi. Umi tetap kuat membimbing jemaah umrah atau haji, terkadang puluhan bahkan ratusan orang," ungkap Mawar.
| Baca juga: Ikram Afdal Teguh Kejar Mimpi Hafiz Quran di Tengah Ujian Bencana |