10 February 2026 22:36
Pejabat Zionis Israel kembali mendesak sekutu utamanya, Amerika Serikat (AS), untuk memperluas definisi ancaman dari Iran. Israel meminta AS tidak hanya fokus pada isu nuklir, tetapi juga menempatkan program rudal balistik Iran sebagai ancaman eksistensial bagi negara Zionis tersebut.
Desakan ini muncul di tengah klaim Israel yang menyatakan keinginan mereka untuk menghancurkan kapabilitas rudal balistik Teheran. Ketakutan ini beralasan, mengingat dalam konfrontasi pada Juni 2025 lalu, rudal balistik Iran terbukti mampu menembus pertahanan dan meluluhlantakkan wilayah pendudukan, termasuk Tel Aviv.
Padahal, secara internasional, program pengayaan uranium Iran dinyatakan telah sesuai dengan perjanjian non-proliferasi nuklir (NPT), begitu pula dengan program rudalnya yang diklaim sesuai aturan.
Faktor Israel Penghalang Hubungan AS-Iran
Analis Timur Tengah, Dina Sulaeman, menilai ketegangan ini murni dipicu oleh ketakutan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan bangkitnya kekuatan militer Iran yang pro-Palestina.
"Netanyahu itu berkali-kali tidak mau ada Iran yang kuat dengan nuklirnya, tidak mau ada Iran yang kuat dengan rudalnya, karena semua itu mengancam Israel," ujar Dina Sulaeman.
| Baca juga: Israel Tegaskan Bisa Serang Iran Tanpa Persetujuan AS |