Israel Tegaskan Bisa Serang Iran Tanpa Persetujuan AS

Pesawat jet tempur milik Angkatan Udara Israel. (Anadolu Agency)

Israel Tegaskan Bisa Serang Iran Tanpa Persetujuan AS

Willy Haryono • 9 February 2026 20:15

Tel Aviv: Israel memperingatkan Amerika Serikat bahwa Tel Aviv dapat melancarkan serangan secara mandiri terhadap Iran apabila ancaman rudal balistik Teheran dinilai melampaui garis merah yang telah ditetapkan, menurut laporan The Jerusalem Post yang dikutip Antara, Senin, 9 Februari 2026.

“Kami telah memberi tahu pihak Amerika bahwa kami akan menyerang sendiri jika Iran melampaui garis merah yang kami tetapkan terkait rudal balistik,” ujar seorang pejabat pertahanan Israel, seperti dikutip laporan tersebut.

Menurut sumber-sumber Israel, program pengembangan dan produksi rudal balistik Iran dipandang sebagai ancaman eksistensial. Para pejabat Israel disebut telah menyampaikan pandangan tersebut kepada mitra mereka di AS melalui berbagai jalur komunikasi dalam beberapa pekan terakhir.

Laporan itu menyebutkan bahwa militer Israel telah menyiapkan sejumlah rencana operasional, termasuk opsi serangan terhadap fasilitas-fasilitas utama yang terkait dengan produksi rudal Iran.

Perkembangan ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang kembali bergulir. Pada Jumat, perundingan antara AS dan Iran terkait program nuklir Teheran digelar di Muscat, Oman, setelah sempat terhenti selama beberapa bulan.

Sebelumnya, pada Januari, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa “armada besar” tengah bergerak menuju Iran. Trump menyebut harapannya agar Teheran bersedia kembali bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang ia sebut “adil dan seimbang."

Trump juga memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan terkait program nuklir Iran, setiap serangan AS di masa depan terhadap negara tersebut akan jauh lebih berat dibandingkan aksi sebelumnya.

Pemerintah Iran berulang kali membantah bahwa program nuklirnya memiliki dimensi militer. Pada Juni lalu, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyatakan bahwa lembaganya belum menemukan bukti konkret adanya program senjata nuklir aktif di Iran.

Baca juga:  Israel Dilaporkan Lakukan Latihan Simulasi Serangan Iran dengan 2.000 Rudal

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)