5 September 2026 18:01
Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan erupsi yang terjadi pada Sabtu, 5 September 2026 dini hari. Kejadian ini memicu kekhawatiran warga di wilayah pesisir, khususnya di Kecamatan Labuan dan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Erupsi tersebut terekam kamera nelayan dengan semburan material vulkanik yang membumbung tinggi. Selain semburan material, suara dentuman keras dan getaran kuat juga terasa hingga ke rumah-rumah warga. Aktivitas ini membuat sebagian warga memilih untuk meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Keresahan warga didasari oleh trauma mendalam akibat peristiwa tsunami yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2018 silam.
"Khawatir banget. Saya juga karena di rumah juga banyak ada anak kecil juga. Dan akhirnya saya siap-siap juga, waspada ya. Kalau misal terjadi sesuatu ya saya insyaallah mengungsi. Semoga tapi tetap aman,” ujar Nina dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 5 September 2026.
Hal senada diungkapkan oleh Endan, warga lainnya. Ia mengaku terus memantau kondisi air laut di belakang rumahnya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
“Kita trauma ya waktu tahun 2018 terkait apa namanya terjadinya tsunami dikarenakan faktor letupan Gunung Krakatau. Kami pun tentunya merasa khawatir gitu kan. Oleh karenanya kami di sini pantau terus kondisi laut di belakang rumah,” tuturnya.
Getaran-getaran kecil masih dirasakan oleh warga di sekitar Labuan dan Carita. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.