3 September 2026 17:47
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menekankan pentingnya Sinergi Merah Putih untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Sinergi lintas sektor dan otoritas diperlukan dengan menyatukan kekuatan moneter, fiskal, dan sektor riil.
“Sinergi itu bukan hanya tentang bekerja bersama, tapi tentang menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan melangkah seirama untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada kalau kita kerja sendiri-sendiri,” kata Destry acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Kamis, 3 September 2026, dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV.
Menurut Destry, Bank Indonesia memiliki berbagai instrumen, mulai dari kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, hingga kebijakan untuk mendukung UMKM dan ekonomi syariah.
Sementara itu, pemerintah memiliki kebijakan fiskal dan ekspansi fiskal. Sinergi juga perlu melibatkan sektor riil agar kebijakan yang dijalankan dapat memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian.
“Nah ini yang rencana kita akan satukan di sektor kebijakan itu untuk memberikan dampak yang lebih impactful, lebih besar,” ujar Destry.
Destry mencontohkan pentingnya sinergi dalam menjaga stabilitas harga. Menurutnya, Indonesia perlu memperhatikan tiga komponen utama pembentuk inflasi, yakni inflasi inti, volatile food, dan administered prices.
“Volatile food inflation kontribusinya lumayan besar, 19 persen. Sama ada administered price yang kontribusinya 16 persen,” jelasnya.
Destry mengatakan dua komponen tersebut menyumbang sekitar 35 persen terhadap pembentukan inflasi secara keseluruhan. Karena itu, pengendalian inflasi membutuhkan koordinasi lintas sektor agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Sinergi Merah Putih diharapkan mampu menyelaraskan berbagai kebijakan sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat memperkuat stabilitas ekonomi nasional.