5 September 2026 14:37
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran pimpinan Danantara ke kediamannya di Hambalang. Pertemuan tersebut membahas percepatan hilirisasi dan penataan serta perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 5 September 2026, selain Rosan dan Bahlil, pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Donny Oskaria, serta Seskab Teddy Indra Wijaya.
Seskab Teddy mengatakan percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda strategis yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Hilirisasi diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
Presiden Prabowo juga menerima laporan perkembangan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) terkait penataan dan perampingan BUMN.
Teddy menyebut sebanyak 290 BUMN telah ditutup hingga saat ini. Langkah tersebut diklaim telah menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun.
Pemerintah menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026. Langkah ini menjadi bagian dari proses perampingan dan konsolidasi perusahaan pelat merah.
Restrukturisasi BUMN tersebut diproyeksikan dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp100 triliun.