Kejar Titik Api, Operasi Pemadaman Terus Digencarkan

3 September 2026 13:59

Pemerintah Indonesia tengah mengintensifkan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Langkah ini diambil menyusul masih tingginya jumlah titik api (hotspot) yang mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Enam wilayah yang menjadi fokus utama adalah Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Berdasarkan data pemerintah per 1 September 2026,
Kalimantan Tengah tercatat memiliki titik api terbanyak dengan 63 titik, disusul Kalimantan Barat dengan 30 titik, Sumatra Selatan dan Jami 13 titik, serta Riau empat titik. 

Operasi Darat dan Udara

Pemadaman dilakukan melalui operasi terpadu darat dan udara. Di Kalimantan Barat, operasi darat telah mencakup area seluas 262,7 hektare, sementara di Riau mencapai 126,65 hektare.

Untuk jalur udara, pemerintah menggencarkan pengeboman air (water bombing) dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Di Kalimantan Selatan, sebanyak 1,3 juta liter air telah dicurahkan melalui 11 sorti penerbangan. Selain itu, ribuan kilogram garam disemai di awan wilayah Jambi dan Kalimantan Barat untuk memancing hujan buatan guna membasahi lahan yang kering.

Tantangan terbesar dalam pemadaman ini adalah karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah. Untuk mengatasinya, petugas mulai menggunakan kamera termal guna mendeteksi titik api tersembunyi, terutama di area pemukiman dan bandara.
 



Bantuan Pesawat Asing

Guna mempercepat penanganan, Indonesia membuka diri terhadap dukungan internasional. Kementerian Perhubungan telah memberikan izin bagi 35 pesawat asing dan 36 helikopter dari berbagai negara sahabat untuk membantu pemadaman.

Negara-negara yang terlibat antara lain Rusia, Amerika Serikat, Australia, Ukraina, Kanada, hingga Jepang yang mengirimkan helikopter khusus untuk misi water bombing.

Penegakan Hukum dan Imbauan Masyarakat

Selain upaya fisik, pemerintah juga mengevaluasi izin usaha dan memberikan sanksi administratif bagi perusahaan yang terbukti melanggar aturan terkait karhutla. Pengawasan di wilayah yang sudah padam pun diperketat untuk mencegah pembakaran ilegal kembali terjadi.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk waspada dengan melakukan langkah-langkah berikut:
  • Menggunakan masker (disarankan tipe N95) saat beraktivitas.
  • Memantau kualitas udara secara berkala.
  • Mengikuti informasi resmi dari pemerintah atau BMKG dan tidak mudah percaya hoaks.
  • Segera melaporkan temuan titik api baru kepada BPBD atau aparat setempat.

Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor dan bantuan internasional ini dapat segera memadamkan api agar aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali normal.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X