Jakarta: Belajar politik dan kehidupan bernegara tak harus menunggu seseorang beranjak dewasa. Hal tersebut coba diwujudkan melalui program Remaja Bernegara Batch 27, yang mengajak para pelajar mengenal sistem pemerintahan sekaligus mempraktikkannya secara langsung.
Bertempat di NasDem Tower, Jakarta, pada Sabtu, 29 Agustus 2026, para peserta tidak hanya duduk mendengarkan materi. Mereka juga diajak mengenal peran lembaga negara hingga mengikuti simulasi sidang paripurna.
Dalam program tersebut, para pelajar mendapatkan pemahaman mengenai tugas DPR dan DPD, perbedaan lembaga legislatif dan eksekutif, hingga cara menyampaikan pendapat dalam forum persidangan.
Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni menilai pengalaman langsung seperti simulasi sidang penting untuk membuka wawasan generasi muda mengenai negara dan politik sejak dini.
“Anak-anak muda itu harus dibekali dengan ilmu tentang negara kita ini. Dalam hal ini, kita lihat ya mereka ada simulasi. Kemudian yang tadinya mungkin belum pernah tahu nih, DPR itu tugasnya apa saja sih? DPD kerjanya apa saja? Legislatif, eksekutif itu apa saja? Dan ini mereka dapat di sini,” ujar Lisda.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk memahami bagaimana lembaga negara bekerja sekaligus mendorong mereka lebih aktif menyampaikan pendapat.
Antusiasme mengikuti program Remaja Bernegara juga dirasakan Khairana Asmininda, pelajar SMA asal Bekasi yang memiliki ketertarikan terhadap dunia politik.
Khairana mengaku telah empat kali mencoba mengikuti proses pendaftaran atau war, tetapi belum berhasil mendapatkan kesempatan. Pada Batch 27, akhirnya ia berhasil menjadi peserta.
Kesempatan tersebut membuat Khairana dapat merasakan langsung simulasi sidang paripurna, pengalaman yang sebelumnya hanya ia kenal dari ketertarikannya terhadap dunia politik.
“Kesan saya program ini cukup baik, apalagi untuk remaja yang sangat pengen banget masuk di dunia politik. Dan saya tadi barusan melaksanakan simulasi sidang paripurna, dan itu sangat bagus dan sangat seru. Ini merupakan suatu pengalaman yang saya tidak akan pernah melupakan,” kata Khairana.
Ia mengetahui program tersebut dari rekomendasi seorang teman yang mengetahui ketertarikannya terhadap politik.
“Saya sudah war empat kali tidak dapat, dan baru dapat kali ini,” ujarnya.
Pengalaman serupa dirasakan Deedat Hibatullah Azira, pelajar SMK Hang Tuah Satu Jakarta. Ia pertama kali mengetahui program Remaja Bernegara ketika melihat informasi mengenai kegiatan tersebut di Instagram.
Rasa penasaran membuat Deedat mencari tahu lebih jauh hingga akhirnya memutuskan untuk mengikuti program tersebut. Ia sempat merasa gugup karena belum mengetahui seperti apa kegiatan yang akan dijalaninya.
Namun, setelah mengikuti kegiatan selama sehari, Deedat justru merasa semakin tertarik untuk mempelajari politik lebih dalam.
“Sebelum saya mengikuti, saya sangat nervous bakal ngapain nantinya RBN ini. Tetapi setelah saya mengikuti kegiatan ini, justru saya sangat lega dan senang untuk mempelajari politik lebih dalam,” tutur Deedat.
Ia bahkan berharap mendapat kesempatan kembali mengikuti kegiatan serupa.
“Kalau bisa ada kesempatan kedua kali, saya mau,” katanya.
Melalui pengalaman langsung di ruang simulasi sidang, para pelajar tidak hanya belajar mengenai lembaga negara, tetapi juga berlatih bersuara dan menyampaikan pendapat. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mereka untuk lebih memahami kehidupan bernegara sekaligus mulai membayangkan peran yang dapat diambil bagi Indonesia di masa depan.