11 June 2026 15:37
Bank Indonesia (BI) membuka peluang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur yang dijadwalkan berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi lanjutan bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat gejolak geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa seluruh kebijakan moneter akan terus dievaluasi secara berkala. Menurutnya, BI akan mencermati perkembangan pasar dan kondisi ekonomi sebelum menentukan langkah lanjutan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional.
“Mengevaluasi ya, terus mengevaluasi karena Bank Indonesia tentunya hal-hal yang dilakukan itu sudah betul-betul melalui asesmen dan evaluasi. Jadi kita akan evaluasi untuk melihat apa langkah selanjutnya yang perlu dilakukan dalam rangka terus memperkuat upaya stabilisasi nilai tukar kita,” ujar Ramdan dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Kamis 11 Juni 2026.