BI Respons Kemungkinan BI Rate Naik Lagi

11 June 2026 15:37

Bank Indonesia (BI) membuka peluang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur yang dijadwalkan berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi lanjutan bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat gejolak geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa seluruh kebijakan moneter akan terus dievaluasi secara berkala. Menurutnya, BI akan mencermati perkembangan pasar dan kondisi ekonomi sebelum menentukan langkah lanjutan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

“Mengevaluasi ya, terus mengevaluasi karena Bank Indonesia tentunya hal-hal yang dilakukan itu sudah betul-betul melalui asesmen dan evaluasi. Jadi kita akan evaluasi untuk melihat apa langkah selanjutnya yang perlu dilakukan dalam rangka terus memperkuat upaya stabilisasi nilai tukar kita,” ujar Ramdan dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Kamis 11 Juni 2026. 


Pernyataan tersebut muncul hanya sehari setelah BI secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026. Kenaikan di luar jadwal rapat bulanan itu juga diikuti peningkatan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50 persen dan Lending Facility menjadi 6,25 persen.

Bank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut diambil untuk memperkuat daya tarik aset keuangan domestik sekaligus meredam tekanan terhadap rupiah akibat ketidakpastian global. Selain menjaga stabilitas kurs, kenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil instrumen pasar keuangan, termasuk Surat Berharga Negara (SBN).

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)