15 October 2026 13:10
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak permintaan bantuan militer dari Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan serangan terhadap Yaman. Penolakan ini terjadi di tengah tuduhan Trump bahwa kelompok Ansarullah di Yaman sengaja menargetkan infrastruktur di Arab Saudi untuk memicu kenaikan harga minyak dunia menjelang pemilihan umum sela di Amerika Serikat.
Meskipun menuding kelompok tersebut memiliki niat terselubung, Trump dilaporkan menolak membantu Arab Saudi untuk menyerang Yaman. Berdasarkan laporan Al Jazeera, Putra Mahkota Arab Saudi Muhammed bin Salman bahkan telah berbicara langsung dengan Donald Trump setidaknya dua kali untuk memohon bantuan militer tersebut.
Saat dikonfirmasi mengenai keputusannya untuk melancarkan serangan, Donald Trump menolak untuk menyatakan apakah ia telah membuat keputusan. Ia hanya memberikan pernyataan singkat mengenai sikap kelompok Ansarullah.
“Mereka berperilaku sangat buruk. Maksud saya, jika saya memberi tahu Anda bahwa saya telah membuat keputusan. Kelompok Houthi telah bertindak sangat buruk,” ujar Trump dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 15 Oktober 2026.