Kabut Asap Pekat di Palangka Raya Picu Omzet UMKM Anjlok hingga 50 Persen

24 October 2026 17:56

Bencana kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian memukul perekonomian masyarakat kecil di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Penjualan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dilaporkan merosot drastis hingga lebih dari 50 persen.

Penurunan pendapatan yang signifikan ini dialami langsung oleh para pedagang makanan harian. Sumiati, seorang penjual gorengan, menuturkan bahwa bencana asap yang telah berlangsung selama tiga bulan ini membuat pembeli menurun tajam, sehingga omzetnya berkurang hingga separuh dari biasanya.

Hal senada dirasakan Marsidah, pedagang nasi pecel dan nasi campur. Kebijakan penutupan sekolah akibat kualitas udara yang memburuk membuat usahanya kehilangan pemasukan utama.

“Kabut asap ini sangat-sangat mengganggu bagi keuangan kami yang rakyat kecil ya. Karena sekolah tutup, kantin tidak operasi. (Penurunan) lebih dari 50 persen kalau saya. Apalagi kantin tutup enggak ada pemasukan,” keluh Marsidah dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 24 Oktober 2026.
 


Lesunya aktivitas jual beli warga ini tak lepas dari pekatnya kabut asap berwarna kekuningan yang menyelimuti wilayah setempat. Selain melumpuhkan perekonomian mikro, kabut asap pekat tersebut menutupi ruas Jalan Trans-Kalimantan sepanjang lebih dari 50 kilometer, mulai dari Desa Taruna di Kabupaten Pulang Pisau hingga Jalan Tjilik Riwut Km 45 dan kawasan Jalan Mahir Mahar di Palangka Raya.

Kondisi tersebut membuat jarak pandang berada di bawah 100 meter. Pengemudi, khususnya sopir angkutan logistik, terpaksa memperlambat laju kendaraan demi keselamatan. Para pelaku usaha maupun pengguna jalan berharap bencana kabut asap ini segera teratasi agar arus transportasi lancar dan roda perekonomian kembali normal.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X