24 October 2026 07:30
Timika: TNI bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah pemangku kepentingan mengerahkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua. Upaya pemadaman menghadapi tantangan medan ekstrem serta ancaman kelompok separatis bersenjata di wilayah tersebut.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II) Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan operasi modifikasi cuaca dilaksanakan dengan dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI Angkatan Udara. Operasi tersebut dilakukan bersama BNPB dan pemangku kepentingan terkait.
“Hari ini Kogabwilhan II didukung oleh BNPB melaksanakan operasi modifikasi cuaca menggunakan alutsista-alutsista milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara yang kita miliki untuk membantu menangani karhutla,” kata Lucky dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 24 Oktober 2026.
Khusus di Papua, penanganan karhutla memiliki tantangan tambahan karena kondisi geografis dan masih adanya ancaman kelompok separatis bersenjata. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan koordinasi dan dukungan lintas instansi.
“Khususnya di Papua, di medannya, kemudian masih adanya ancaman kelompok separatis bersenjata,” ujar Lucky.
Operasi modifikasi cuaca juga dilaksanakan oleh BNPB Papua Selatan bersama pemangku kepentingan terkait. Penyemaian dilakukan di wilayah Kabupaten Merauke, Mappi, dan Boven Digoel dengan menebarkan sekitar 1.000 kilogram garam atau natrium klorida (NaCl) ke udara.
Selain TNI dan BNPB, penanganan karhutla melibatkan Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta relawan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendukung pengendalian dan pemadaman kebakaran di sejumlah titik wilayah Papua.