22 October 2026 19:15
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah upaya tersebut, Jepang dan Singapura telah menawarkan bantuan kepada Indonesia, terutama dalam bentuk alat dan teknologi yang dibutuhkan.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan di empat provinsi berhasil memicu hujan di tiga provinsi. Di Kalimantan Barat, hujan tercatat turun di 13 kabupaten. Operasi serupa juga dilakukan di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
“Operasi modifikasi cuaca yang kita lakukan di empat provinsi, tiga di antaranya berhasil menurunkan hujan. Seperti di Kalimantan Barat, itu ada 13 kabupaten yang bisa turun hujan, kemudian di Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan,” ujar Kristomei dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Kamis 22 Oktober 2026.
BNPB akan melanjutkan operasi modifikasi cuaca di wilayah yang dinilai membutuhkan intervensi untuk memicu hujan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pemadaman karhutla.
Kristomei mengatakan operasi modifikasi cuaca akan diupayakan di wilayah yang kondisi awannya memungkinkan untuk dipicu menjadi hujan. BNPB juga terus mengevaluasi kebutuhan penanganan di lapangan.
Sementara itu, pemerintah masih menginventarisasi kebutuhan sebelum memutuskan bentuk bantuan internasional yang akan dimanfaatkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang diterima sesuai kebutuhan dan dapat digunakan secara optimal.
“Terkait sudah ada beberapa negara yang menawarkan kepada kita, saat ini memang kita butuh waktu untuk menginventarisasi kebutuhan apa saja. Sehingga nanti kalau memang kita tidak bisa dan alat tidak ada di kita, ya kita minta kepada mereka,” kata Kristomei.
Ia menegaskan bantuan dari negara lain akan dipertimbangkan terutama untuk memenuhi kebutuhan alat dan teknologi yang belum dimiliki Indonesia. Menurutnya, kemampuan sumber daya manusia dalam negeri masih dapat diandalkan untuk mendukung penanganan karhutla.
“Alat dan teknologi. Kalau manusia, SDM kita banyak kok,” ujarnya.