7 April 2023 18:50
Pencopotan Brigjen Endar Priantoro oleh Pimpinan KPK Firli Bahuri menjadi gaduh, lantaran tidak disertai alasan yang kuat. Namun, alasan pencopotan Endar diduga berhubungan dengan laporan hasil penyelidikan korupsi penyaluran tunjangan kinerja (tukin) di Kementerian ESDM.
"Soal motif saya menduga ada kaitannya dengan mengenai ditemukannya dokumen rahasia KPK di Kementerian ESDM yang diduga kuat berasal dari Firli Bahuri dan itu diketahui Brigjen Endar," ujar mantan Kasatgas penyidikan KPK, Novel Baswedan dalam Primetime News Metro TV, Jumat (7/4/2023).
Menurut Novel, hal itu didasari dengan kasus suap penanganan perkara mantan penyidik KPK, Robin Pattuju. Dalam kasus itu, salah satu penyidik diduga membocorkan informasi penyelidikan dan ada upaya suap.
Novel juga menyebut kegaduhan internal KPK ini bukan kali pertama, sebab Firli Bahuri dinilai arogan dan punya sikap dominan dalam mengambil keputusan.
"Banyak keputusan-keputusan yang seharusnya dilakukan kolektif, malah dia ambil sendiri. Jadi, terkesan dominan dan one man show dalam mengambil keputusan dan tindakan," jelas Novel.
Novel juga menilai selama kepemimpinan Firli, timbul banyak masalah di lingkup KPK. Hal senada juga disampaikan Mantan pimpinan KPK, Saut Situmorang.
Menurut Saut Situmorang, KPK tak pernah lepas dari kontroversi setidaknya sejak 2020. Saut menilai semua kontroversi di KPK diwarnai unsur politik.