Dubes Bosnia Puji Inisiatif Lestari Moerdijat Bawa Pengukir Jepara ke Sarajevo

22 October 2026 12:03

Inisiatif Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, yang membawa langsung perajin ukir asal Jepara ke Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, untuk memugar ornamen kayu di Masjid Istiklal mendapatkan apresiasi tinggi dari Duta Besar Bosnia dan Herzegovina untuk Indonesia, Armin Limo.

"Restorasi Masjid Istiklal sangat penting bagi hubungan bilateral antara Bosnia dan Indonesia. Masjid di Sarajevo ini adalah simbol Indonesia yang paling terlihat di Bosnia, sebuah hadiah di tahun 2001 yang dibangun sebagai simbol kemerdekaan dan solidaritas," ungkap Armin Limo dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis 22 Oktober 2026. 

Langkah pelestarian ini dinilai tidak hanya merawat warisan budaya fisik peninggalan Indonesia di Benua Biru, tetapi juga berhasil memperkuat jembatan diplomasi dan persahabatan antar-masyarakat kedua negara.

"Merestorasinya dengan pengukir asli Jepara memberikan tiga dampak sekaligus: pertama, memperbarui persahabatan 25 tahun yang melampaui batas politik; kedua, membawa warisan ukiran Indonesia yang telah berusia berabad-abad yang kini menjadi kandidat UNESCO ke jantung Eropa; dan ketiga, menunjukkan bahwa hubungan ini telah matang dari sekadar bantuan kemanusiaan menjadi kemitraan budaya yang setara yang diinisiasi oleh Dr. Lestari Moerdijat," jelas Armin.
 


Masjid Istiklal di Sarajevo selama ini dikenal sebagai salah satu monumen simbol persahabatan pascaperang antara Indonesia dan Bosnia. Diresmikan pada September 2001 silam, masjid megah ini merupakan hibah dari masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk memperingati kemerdekaan Bosnia dan Herzegovina. Seiring berjalannya waktu, sejumlah ornamen ukiran kayu jati di dalam masjid tersebut mengalami kerusakan termakan usia.

Merespons kondisi tersebut, saat melakukan kunjungan kerja pada Februari 2026, Lestari Moerdijat menginisiasi bantuan restorasi dan secara khusus menyumbangkan kaligrafi ukir khas Jepara untuk ditempatkan permanen di dalam masjid.

Guna merealisasikan inisiatif tersebut, tim perajin dari Jepara, Jawa Tengah, telah diterjunkan untuk memugar ornamen yang rusak pada 14 hingga 19 Oktober 2026. Kehadiran para perajin ini tak hanya memulihkan keindahan masjid, tetapi juga menjadi etalase hidup yang memperkenalkan keahlian ukir tradisional Indonesia di kancah global.

Ke depan, restorasi ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi kerja sama kebudayaan yang lebih luas, termasuk program pertukaran perajin dan promosi masif seni ukir Jepara di tingkat internasional. Pemerintah Indonesia juga menaruh harapan besar agar upaya diplomasi budaya ini dapat menjadi pendorong utama bagi kesuksesan pengakuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X