Restorasi ukiran Jepara di Masjid Istiqlal Sarajevo. (Vijesti.ba)
Kemenbud: Inisiatif Lestari Moerdijat Bawa Ukiran Jepara ke Panggung Dunia
Willy Haryono • 20 October 2026 22:56
Jakarta: Kementerian Kebudayaan mengapresiasi inisiatif Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam mendorong restorasi ornamen ukir Jepara di Masjid Istiqlal Sarajevo di Bosnia dan Herzegovina, yang dinilai sebagai bentuk nyata diplomasi budaya Indonesia sekaligus memperkuat hubungan persahabatan kedua negara.
Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Endah Tjahjani Dwirini Retno Astuti, mengatakan bahwa misi restorasi yang dilaksanakan tim perajin Jepara pada 14–19 Oktober 2026 merupakan tindak lanjut dari kunjungan Lestari ke Bosnia dan Herzegovina pada awal tahun ini.
Dalam keterangan kepada Metrotvnews.com pada Selasa, 20 Oktober 2026, Endah menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat upaya pengajuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, tetapi juga membuka jalan bagi pelestarian ornamen kayu di Masjid Istiqlal Sarajevo.
Saat meninjau masjid pada Februari 2026, delegasi Indonesia menemukan kerusakan pada enam pilar kayu jati, tangga, dan hiasan dinding. Lestari, atau akrab disapa Rerie, kemudian menawarkan bantuan restorasi yang disambut baik oleh pihak masjid.
“Pengiriman tim perajin Jepara ini merupakan bentuk diplomasi budaya yang konkret, bukan sekadar restorasi fisik. Melalui upaya ini, Indonesia merawat jejak budayanya di Eropa sekaligus menunjukkan bahwa keterampilan tradisional kita layak mendapat tempat di panggung internasional,” kata Endah.
Menurut dia, keterlibatan Rerie menjadi bagian penting dalam mewujudkan komitmen tersebut, mulai dari peninjauan kondisi ornamen, pengajuan bantuan, hingga pelaksanaan restorasi oleh perajin yang memiliki keahlian dalam tradisi ukir Jepara.
Merawat Warisan Budaya dan Solidaritas Indonesia
Ornamen ukir Jepara di Masjid Istiqlal Sarajevo memiliki nilai historis karena merupakan hadiah Presiden ke-3 RI B.J. Habibie pada masa pascaperang. Karya tersebut menjadi simbol solidaritas Indonesia terhadap masyarakat Bosnia dan Herzegovina.Endah menilai, perbaikan ornamen tersebut bukan hanya menyelamatkan karya seni yang mengalami kerusakan, tetapi juga merawat warisan sejarah hubungan kedua negara. Penggunaan perajin Jepara memastikan bahwa proses perbaikan dilakukan dengan mengandalkan keterampilan tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.
“Peran Lestari Moerdijat menunjukkan bagaimana diplomasi budaya dapat diwujudkan melalui langkah nyata: berangkat dari kepedulian terhadap warisan budaya, membangun komunikasi dengan mitra di luar negeri, kemudian menghadirkan para perajin untuk merawatnya,” ujarnya.
Restorasi tersebut juga berlangsung bertepatan dengan peringatan 25 tahun Masjid Istiqlal Sarajevo. Momentum ini diharapkan memperkuat persahabatan Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina, sekaligus memperkenalkan seni ukir Jepara kepada masyarakat internasional.
Menurut Endah, respons masyarakat setempat terhadap restorasi tersebut sangat positif. Berdasarkan informasi yang disampaikan Lestari, staf pengadaan Masjid Istiqlal Sarajevo, Sulaiman ?ati?, menyebut masyarakat setempat telah lama mengetahui kontribusi Indonesia terhadap masjid tersebut, bahkan kisah itu kerap disampaikan dalam khotbah Jumat.
Imam masjid juga memandang restorasi sebagai perwujudan persahabatan kedua negara, bukan sekadar proyek perbaikan bangunan dari pihak asing.
Peluang Kerja Sama Kebudayaan dengan Kawasan Balkan
Kementerian Kebudayaan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pijakan bagi pengembangan kerja sama kebudayaan yang lebih luas antara Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina, termasuk dengan negara-negara lain di kawasan Balkan.Endah menilai, pengalaman restorasi ini dapat menjadi studi kasus diplomasi budaya Indonesia yang melibatkan pemerintah, parlemen, komunitas, dan pelaku seni secara langsung.
Ke depan, kerja sama dapat diperluas melalui pelestarian warisan budaya, pertukaran perajin, serta pengembangan industri kreatif. Upaya tersebut juga diharapkan memperkuat pengenalan seni ukir Jepara dalam proses menuju pengakuan UNESCO.
“Restorasi ini merupakan investasi budaya jangka panjang. Kami berharap inisiatif tersebut tidak berhenti pada perbaikan ornamen masjid, tetapi berkembang menjadi kerja sama kebudayaan yang berkelanjutan dan mempererat hubungan antargenerasi Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina,” pungkas Endah.
Baca juga: Dubes Bosnia Apresiasi Peran Lestari Moerdijat dalam Restorasi Ukiran Jepara di Sarajevo