Inovasi Perdana di Indonesia, 18 Ton Sampah Plastik Disulap Jadi Bangunan Sekolah di Garut

7 October 2026 13:35

Untuk pertama kalinya di Indonesia, sebanyak 18 ton sampah plastik berhasil didaur ulang menjadi material konstruksi bangunan sekolah di SDN 3 Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Fasilitas ramah lingkungan yang dibangun dari inovasi ini mencakup dua ruang kelas baru serta dua unit toilet.

Dikutip dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu, 7 Oktober 2026, material bangunan tersebut dibuat dari sampah plastik residu, seperti bungkus makanan saset dan jenis plastik lain yang selama ini sulit bernilai ekonomis di tingkat pemulung. Limbah plastik yang diolah kemudian dimanfaatkan menjadi berbagai komponen vital bangunan, mulai dari panel lantai, plafon, atap, pipa, hingga rangka jendela dan pintu.
 


Inisiatif daur ulang sampah plastik ini digagas oleh Yayasan Bakti Barito bersama sejumlah mitra. Selain menyediakan sarana fisik untuk kegiatan belajar, proyek ini menjadi contoh penerapan material alternatif dari limbah dalam dunia konstruksi.

Pemerintah Kabupaten Garut mengapresiasi terobosan tersebut dan menilai inovasi ini bukan sekadar membangun ruang kelas, melainkan berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah, dari material yang semula dianggap tidak bernilai menjadi tempat belajar bagi anak-anak.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X