Tim Satgas Terpadu Port Visit 2026 resmi tiba di Republik Vanuatu untuk menjalankan misi diplomasi kesehatan dan bakti sosial. Kedatangan delegasi Indonesia ini mendapat sambutan hangat dari para siswa sekolah lokal, jajaran pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), serta Atase Pertahanan Indonesia dari Canberra, Australia.
Memasuki hari kedua kunjungannya, Tim Satgas langsung membuka layanan kesehatan gratis bagi masyarakat setempat. Warga Vanuatu tampak antusias mengantre sejak pagi hari demi mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang dilakukan di dalam kapal.
Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Republik Vanuatu, Siswo Pramono, turut hadir meninjau langsung jalannya layanan kesehatan tersebut. Ia menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini merupakan bentuk nyata kedekatan hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik.
"Ini sudah yang kedua kalinya, yang pertama sukses digelar dua tahun lalu. Saya menghadap ke Pak Menteri Pertahanan (Menhan) supaya misi ini diteruskan, kemudian Pak Menhan melapor ke Pak Presiden dan disetujui. Misi ini sangat penting karena menunjukkan kepedulian Indonesia kepada sahabat dan saudara-saudara kita di Pasifik," jelas Siswo dikutip dari
Headline News, Metro TV, Minggu 4 Oktober 2026.
Fasilitas medis yang disiagakan di atas kapal terbilang lengkap, meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), poli gizi, poli mata, hingga poli gigi. Sejumlah pasien warga lokal mengaku sangat bersyukur atas bantuan pengobatan dari Indonesia ini, mengingat akses dan fasilitas kesehatan di Vanuatu masih cukup terbatas.