Jakarta: Selama ini, tikus lebih sering dianggap sebagai hewan pengganggu atau hama yang menjengkelkan karena kerap mencuri makanan dan berada di sekitar lingkungan manusia. Namun, di balik citra tersebut, tikus ternyata memiliki perilaku sosial yang cukup mengejutkan.
Penelitian menemukan bahwa tikus dapat menunjukkan perilaku menolong terhadap sesamanya yang sedang mengalami kondisi tertekan. Temuan tersebut berasal dari penelitian berjudul Empathy and Pro-Social Behavior in Rats yang dilakukan Inbal Ben-Ami Bartal, Jean Decety, dan Peggy Mason.
Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Science, Volume 334, Edisi 6061, pada 9 Desember 2011. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menguji apakah tikus dapat menunjukkan perilaku prososial yang didorong oleh kondisi sesamanya.
Rela Menolong Tanpa Imbalan
Dalam eksperimen tersebut, seekor
tikus ditempatkan di sebuah arena, sementara tikus lain yang menjadi teman satu kandangnya dikurung di dalam alat penahan (
restrainer) yang sempit. Tikus yang berada di arena bebas kemudian diamati responsnya terhadap tikus yang terperangkap.
Setelah beberapa sesi, tikus yang bebas belajar membuka pintu restrainer dan membebaskan temannya. Perilaku tersebut tidak ditemukan ketika restrainer dalam kondisi kosong atau hanya berisi benda. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan tikus lain yang terperangkap menjadi faktor penting dalam perilaku membuka pintu tersebut.
Peneliti juga menemukan bahwa
tikus tetap berusaha membebaskan temannya meskipun setelah pintu dibuka mereka tidak dapat melakukan kontak sosial secara langsung. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar karena tikus ingin bermain atau mendapatkan interaksi sosial.
Lebih Memprioritaskan Membantu daripada Makanan
Dalam eksperimen berikutnya, peneliti memberikan pilihan antara membebaskan tikus yang terperangkap atau mendapatkan makanan kesukaannya, yaitu cokelat.
Hasilnya, tikus tetap membuka restrainer yang berisi temannya. Tikus juga membuka restrainer yang berisi cokelat dan dalam banyak kasus membagikan makanan tersebut kepada tikus yang baru saja dibebaskannya.
Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa tikus menunjukkan perilaku prososial sebagai respons terhadap kondisi tertekan yang dialami sesamanya. Penelitian ini menjadi salah satu bukti penting mengenai kemungkinan adanya dasar biologis dari perilaku menolong yang berkaitan dengan empati pada mamalia non-primata.
Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku prososial tidak hanya ditemukan pada manusia atau mamalia berukuran besar. Hewan kecil seperti tikus juga dapat menunjukkan perilaku membantu ketika melihat sesamanya berada dalam kondisi tertekan.
Nah, tikus yang selama ini sering dianggap sebagai hewan pengganggu ternyata memiliki perilaku sosial yang jauh lebih kompleks dari yang mungkin selama ini dibayangkan. Penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa perilaku menolong dan kepedulian terhadap sesama juga dapat ditemukan pada hewan lain.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)