Jakarta: Bekas luka kecil di lengan setelah imunisasi BCG mungkin sudah tidak asing bagi banyak orang tua. Karena itu, ketika bekas tersebut tidak terlihat pada anak, muncul anggapan bahwa vaksin BCG tidak bekerja atau imunisasinya gagal.
Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Ada atau tidaknya bekas luka setelah vaksinasi BCG bukan penentu apakah vaksin memberikan perlindungan terhadap tuberkulosis (TBC).
Kenapa Vaksin BCG Bisa Meninggalkan Bekas?
BCG merupakan vaksin yang diberikan untuk membantu melindungi anak dari bentuk TBC yang berat, termasuk meningitis TBC dan TBC yang menyebar. WHO menyebut BCG memberikan perlindungan terutama terhadap bentuk TBC berat pada bayi dan anak.
Setelah vaksin BCG diberikan, biasanya muncul reaksi lokal di area suntikan. Kulit dapat memerah, kemudian muncul benjolan atau luka kecil yang perlahan mengering dan meninggalkan bekas.
Reaksi tersebut merupakan respons lokal yang umum setelah vaksinasi BCG. Namun, tidak semua anak akan memiliki bekas luka yang terlihat.
Tidak Ada Bekas Bukan Berarti Vaksin Gagal
WHO menjelaskan bahwa vaksinasi BCG biasanya memang menyebabkan bekas luka di lokasi suntikan akibat proses peradangan lokal. Namun, bekas luka bukan penanda perlindungan terhadap TBC, dan sekitar 10 persen penerima vaksin BCG tidak membentuk bekas luka.
Artinya, orang tua tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa vaksin BCG tidak bekerja hanya karena bekasnya tidak terlihat.
Bekas luka juga bukan satu-satunya cara untuk menilai keberhasilan vaksinasi. Jika ada kekhawatiran mengenai reaksi setelah imunisasi atau status vaksinasi anak, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Nah, Teman MTVN Lens, sekarang sudah lebih paham kan? Bekas luka setelah vaksin BCG merupakan reaksi yang umum, tetapi tidak munculnya bekas bukan berarti vaksin tersebut sia-sia atau otomatis gagal memberikan perlindungan. Jadi, jangan menjadikan bekas BCG sebagai satu-satunya patokan keberhasilan imunisasi.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)