Nopita Dewi • 21 September 2026 14:50
Jakarta: Melihat anak tiba-tiba berteriak, menangis, atau tampak ketakutan saat tidur tentu bisa membuat orang tua panik. Apalagi, Si Kecil terlihat seperti terbangun, tetapi justru sulit diajak berkomunikasi atau ditenangkan.
Kondisi tersebut belum tentu menandakan anak sedang mengalami mimpi buruk. Bisa jadi, Si Kecil mengalami night terror atau teror malam, salah satu gangguan tidur yang cukup umum terjadi pada anak.
Mengutip Halodoc, night terror merupakan episode ketika seseorang berteriak, menangis, atau menunjukkan rasa takut saat masih tertidur. Kondisi ini termasuk parasomnia, yakni perilaku atau pengalaman yang terjadi ketika seseorang sedang tidur.
Night terror berbeda dengan mimpi buruk. Saat mengalami mimpi buruk, anak biasanya terbangun dan dapat mengingat isi mimpinya. Sementara ketika mengalami night terror, anak masih dalam kondisi tidur, sulit dibangunkan, dan umumnya tidak mengingat kejadian tersebut pada pagi harinya.
Night terror juga cenderung terjadi pada bagian awal waktu tidur. Kondisi ini berkaitan dengan fase tidur non-REM dan biasanya muncul dalam beberapa jam pertama setelah anak tertidur.
Beberapa kondisi yang dapat memicu night terror antara lain kurang tidur atau kelelahan, stres, perubahan jadwal tidur, demam, hingga gangguan tidur tertentu seperti sleep apnea. Karena itu, orang tua dapat membantu mengurangi risikonya dengan memastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup dan memiliki jadwal tidur yang teratur.
Jika night terror terjadi, orang tua sebaiknya tetap tenang dan memastikan lingkungan di sekitar anak aman. Jangan memaksa anak untuk bangun karena upaya tersebut justru dapat membuatnya semakin bingung atau gelisah. Orang tua cukup mendampingi dengan tenang sampai episode tersebut berhenti.
Sebagian besar anak akan berangsur-angsur berhenti mengalami night terror seiring bertambahnya usia. Namun, apabila episodenya sering terjadi, menyebabkan cedera, mengganggu waktu tidur, atau menimbulkan kekhawatiran, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Nah, sekarang sudah lebih paham, kan? Anak yang tiba-tiba menangis atau berteriak saat tidur belum tentu sedang mengalami mimpi buruk. Bisa jadi, ia sedang mengalami night terror yang umumnya dapat membaik seiring bertambahnya usia.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Eunike Michelle Gultom)