Mengenal Flamingo Era, Fase saat Ibu Merasa Kehilangan “Warna” Diri-Tips Parenting

Nopita Dewi • 15 September 2026 12:38

Jakarta: Menjadi seorang ibu sering kali membuat banyak hal dalam hidup berubah. Waktu yang sebelumnya bisa digunakan untuk bekerja, beristirahat, merawat diri, atau melakukan hal-hal yang disukai, kini sebagian besar tercurah untuk mengurus anak dan keluarga.

Perubahan tersebut tidak selalu mudah. Di tengah kesibukan menjalankan peran sebagai ibu, sebagian perempuan dapat merasa kelelahan hingga kehilangan ruang untuk dirinya sendiri. Bahkan, ada yang merasa perlahan kehilangan hal-hal yang sebelumnya membuat mereka merasa menjadi diri sendiri.

Kondisi seperti ini belakangan kerap dikaitkan dengan istilah “flamingo era.” Lantas, apa sebenarnya makna istilah tersebut?
 

Apa Itu Flamingo Era?

Flamingo era merupakan istilah populer yang menggunakan flamingo sebagai metafora untuk menggambarkan fase kehidupan perempuan setelah menjadi ibu.

Istilah ini terinspirasi dari anggapan bahwa flamingo betina dapat mengalami perubahan warna ketika membesarkan anak. Energi dan nutrisi tubuhnya banyak digunakan untuk merawat anak sehingga warna merah muda pada tubuhnya dapat tampak memudar.

Gambaran tersebut kemudian digunakan sebagai perumpamaan bagi perempuan yang merasa kehilangan sebagian “warna” dirinya setelah menjadi ibu.

Bukan berarti seorang ibu benar-benar kehilangan identitasnya, melainkan adanya perubahan besar dalam kehidupan yang membuat waktu, energi, dan perhatian lebih banyak diberikan kepada anak.

Ketika Ibu Merasa Kehilangan Diri

Memasuki fase menjadi ibu, kehidupan sehari-hari dapat dipenuhi dengan berbagai tanggung jawab. Mulai dari mengurus kebutuhan anak, pekerjaan rumah, hingga menjalankan pekerjaan bagi ibu yang juga bekerja.

Kondisi tersebut dapat membuat ruang untuk diri sendiri semakin terbatas. Waktu untuk melakukan hobi, bersosialisasi, merawat penampilan, atau sekadar beristirahat bisa berkurang.

Akibatnya, sebagian ibu dapat mengalami kelelahan fisik dan emosional serta merasa tidak lagi mengenali dirinya seperti sebelum memiliki anak.

Namun, flamingo era tidak harus dimaknai sebagai hilangnya jati diri untuk selamanya. Perubahan peran dan prioritas dalam kehidupan juga dapat menjadi bagian dari proses menemukan kembali diri sendiri.

Seiring anak tumbuh dan menjadi lebih mandiri, seorang ibu dapat kembali memiliki ruang untuk mengejar hal-hal yang disukai, membangun kembali aktivitas pribadi, dan menemukan sisi dirinya yang sempat terabaikan.

Pada akhirnya, menjadi ibu bukan berarti harus menghilangkan identitas pribadi. Perjalanan tersebut justru dapat menjadi proses untuk mengenal kembali diri sendiri dan menemukan “warna” baru dalam kehidupan.
 

Nah, flamingo era dapat menjadi pengingat bahwa di balik besarnya perhatian yang diberikan kepada anak, seorang ibu tetap memiliki kebutuhan, minat, dan kehidupan pribadi yang juga layak mendapat ruang.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Eunike Michelle Gultom)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X