23 April 2026 19:07
Kawasan Asia kini resmi memasuki fase kritis menyusul terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz akibat konflik berkepanjangan di Teluk Persia. Dua raksasa ekonomi Asia, Tiongkok dan Indiayang selama ini bergantung pada pasokan Rusia serta Iran, mulai kehabisan opsi penyangga setelah cadangan minyak terapung menyusut drastis hingga di bawah 5 juta barel.
Dalam laporan terbaru menunjukkan penurunan tajam pada pasokan minyak mentah Rusia yang tersedia di penyimpanan terapung. Jika pada Februari 2026 cadangan masih berada di angka 20 juta barel, data terbaru per April menunjukkan angka tersebut telah anjlok ke kurang dari 5 juta barel. Bahkan, data dari Vortexa menunjukkan angka yang lebih mengkhawatirkan, yakni mendekati 3 juta barel.
India tercatat sebagai negara yang paling terdampak akibat krisis ini. Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan domestik mulai terjadi secara masif di berbagai wilayah India. Selain itu, harga solar di negara tersebut diprediksi akan naik untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir.
| Baca juga: Selat Hormuz vs Selat Malaka, Mana Lebih Strategis? |