BMKG: Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Berlanjut, Angin Kencang Masih Perlu Diwaspadai

24 January 2026 16:42

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau tetap waspada, khususnya terhadap angin kencang, meski intensitas hujan diperkirakan mulai menurun.

Prakirawan BMKG Rifda Novikarani menjelaskan, berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer terkini, potensi hujan masih ada dalam dua hingga tiga hari ke depan, namun intensitasnya cenderung lebih menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Untuk wilayah Jabodetabek, potensi hujan masih ada, namun intensitasnya sudah mulai menurun. Yang masih perlu diwaspadai adalah potensi angin kencang, yang diperkirakan terjadi di hampir sebagian besar wilayah Jabodetabek,” ujar Rifda.

BMKG mengungkapkan, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi menguatnya Monsun Asia, disertai seruakan massa udara dari wilayah Asia yang melintasi ekuator dan menyebabkan penumpukan massa udara di wilayah Indonesia, khususnya di selatan ekuator.

Selain itu, keberadaan bibit siklon tropis 91s yang berkembang di selatan Nusa Tenggara Timur turut memengaruhi pola angin di sejumlah wilayah. Bibit siklon tersebut kini telah berkembang menjadi Siklon Tropis Luana, yang menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

“Keberadaan siklon tropis ini mampu menarik massa udara di sekitarnya, sehingga potensi peningkatan kecepatan angin masih perlu diantisipasi, terutama di wilayah yang berdekatan dengan jalur pergerakannya,” jelas Rifda.
 

Baca juga: Bupati Bandung Barat Tetapkan Status Darurat Bencana Longsor di Cisarua

BMKG mencatat, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah terjadi di sejumlah wilayah Jabodetabek, termasuk Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, serta kawasan Tangerang. Namun, intensitas dan durasi hujan saat ini tidak seekstrem sebelumnya, yang sempat mencatat curah hujan di atas 200 milimeter per hari.

“Dari segi durasi, hujan juga tidak berlangsung sepanjang hari seperti sebelumnya. Masih terdapat jeda dengan pemanasan konvektif,” tambahnya.

Untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem, BMKG telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 13 Januari dan masih terus berlangsung. Operasi ini dinilai mampu mereduksi intensitas hujan sehingga diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, mengingat kondisi cuaca masih dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)