Bupati Bandung Barat Tetapkan Status Darurat Bencana Longsor di Cisarua

Warga yang mengungsi di aula Desa Pasirlangut, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat

Bupati Bandung Barat Tetapkan Status Darurat Bencana Longsor di Cisarua

Roni Kurniawan • 24 January 2026 14:59

Bandung Barat: Bupati Kabupaten Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menetapkan status darurat bencana menyusul peristiwa longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Hingga Sabtu sore, 24 Januari 2026, korban meninggal dunia dilaporkan mencapai delapan orang.

Jeje mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, diawali suara gemuruh yang terdengar warga sebelum material tanah disertai banjir besar menerjang permukiman di kaki gunung tersebut.

"Bencana ini korbannya sudah luar biasa banyak, sehingga kita tetapkan status darurat bencana. Akses menuju lokasi juga sulit, sehingga kami akan menurunkan petugas untuk menjaga alur masuk agar bantuan bisa cepat sampai," kata Jeje saat meninjau lokasi longsor pada Sabtu, 24 Januari 2026.
 


Berdasarkan data sementara, sebanyak 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut. Dari jumlah itu, 23 orang berhasil selamat, delapan orang ditemukan meninggal dunia, sementara sekitar 82 orang lainnya masih dalam pencarian.

"Yang masih dicari ini juga belum bisa dipastikan apakah tertimbun longsor atau sudah mengungsi secara mandiri ke tempat lain," ujar Jeje.


Ilustrasi Medcom.id

Guna penanganan korban terdampak, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menyiapkan posko darurat di Desa Pasirlangu. Warga yang berhasil dievakuasi sementara dikumpulkan di posko tersebut.

"Sementara kita kumpulkan di posko. Ada juga yang menumpang di rumah saudaranya, dan kami juga menyiapkan tempat pengungsian jika dibutuhkan," jelas Jeje.

Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan unsur terkait lainnya masih melakukan upaya pencarian korban serta pendataan dampak bencana. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem dan kondisi tanah yang masih labil di wilayah tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)