23 Warga Selamat dari Longsor di Cisarua Bandung Barat Direlokasi ke Kantor Desa

Kondisi pengungsian sementara di Kantor Desa Pasirlungu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1/2027). ANTARA/Ilham Nugraha

23 Warga Selamat dari Longsor di Cisarua Bandung Barat Direlokasi ke Kantor Desa

Whisnu Mardiansyah • 24 January 2026 13:59

Bandung Barat: Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Asep Ismail, memastikan 23 warga yang selamat dari bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, telah direlokasi sementara ke kantor desa setempat. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi longsor susulan akibat cuaca ekstrem.

Ia mengatakan relokasi dilakukan sebagai langkah cepat penanganan darurat untuk menjamin keselamatan warga, sambil menunggu perkembangan situasi di lokasi bencana.

"Untuk sementara warga yang diungsikan saya arahkan ke pihak kecamatan, agar segera direlokasi dulu ke Desa Pasirlangu," jelas Wabup Asep Ismail di Bandung Barat seperti dilansir Antara, Sabtu, 24 Januari 2026.

Pemkab terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pemantauan kondisi tanah dan cuaca. Wabup menambahkan, hingga saat ini kondisi pengungsian masih memungkinkan untuk menampung warga terdampak dan kebutuhan dasar mulai dipenuhi secara bertahap.

“Barusan saya lihat, Alhamdulillah, masih dalam kondisi tertampung dan masih memungkinkan untuk tetap berada di desa,” ucapnya.
 


Wabup Asep menyebut longsor yang terjadi menimbun hampir seluruh rumah warga di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu.

“Iya, hampir semuanya tertimbun. Mudah-mudahan longsoran tidak terus berlanjut,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, sebanyak delapan orang korban bencana longsor ditemukan tewas hingga Minggu, 24 Januari 2026, pukul 13.00 WIB. Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dan pencarian terhadap warga yang diduga terdampak.


Ilustrasi Medcom.id

“Sesuai data sementara hingga saat ini, jumlah jiwa yang belum ditemukan atau belum terlacak keberadaannya sekitar 111 jiwa dari 34 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan yang ditemukan selamat sebanyak 23 orang, dan sisanya masih dalam pencarian,” jelasnya.

Ia menyebutkan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penanganan darurat, terutama dukungan anggaran kebencanaan pada awal tahun. Selain itu, pihaknya berharap adanya bantuan dari berbagai pihak, khususnya bantuan sembako, untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga terdampak.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)