Longsor Susulan Guncang Cisarua Bandung Barat, Warga Berhamburan Selamatkan Diri

Sejumlah warga tengah mencari informasi keberadaan keluarga dan saudaranya yang menjadi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Longsor Susulan Guncang Cisarua Bandung Barat, Warga Berhamburan Selamatkan Diri

Roni Kurniawan • 24 January 2026 13:28

Bandung Barat: Longsor susulan kembali terjadi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Salah seorang warga, Yaya, 45, mengungkapkan longsor terjadi saat dirinya bersama keluarga tengah terlelap tidur. Yaya mengaku mendengar suara gemuruh keras yang datang secara tiba-tiba.

"Saat kejadian saya sama keluarga lagi tidur. Sekitar jam 4-an dengar suara gemuruh, kenceng pisan. Terus yang di sebelah rumah teriak-teriak, longsor, longsor," ujar Yaya saat ditemui di kantor Desa Pasirlangu, Sabtu, 24 Januari 2026.

Mendengar teriakan warga dan suara longsoran yang semakin keras, Yaya langsung membawa istri dan anaknya keluar rumah untuk mencari tempat aman. "Saya langsung bawa anak dan istri lari keluar rumah, karena suara gemuruhnya gede pisan. Pas lihat, longsornya juga besar, jadi langsung cari tempat aman," kata Yaya.
 


Namun, peristiwa tersebut menyisakan duka. Yaya menyebutkan, hingga saat ini suami dari saudaranya yang rumahnya berada tepat di sebelah lokasi longsor belum ditemukan.

"Saudara saya yang rumahnya di sebelah, sampai sekarang suaminya belum ditemukan. Masih dicari," ucap Yaya dengan nada cemas.

Yaya menduga longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam. Selain hujan lebat, angin kencang juga dilaporkan terjadi sebelum longsor susulan melanda.

"Dari semalam hujan gede pisan, hujan angin juga," tutur Yaya.


Ilustrasi Medcom.id

Hingga saat ini, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Warga berharap korban yang masih hilang dapat segera ditemukan. Sebelumnya, bencana tanah longsor utama telah menerjang kampung yang sama pada Jumat malam, 23 Januari 2026. Sedikitnya 35 rumah warga dilaporkan tertimbun material.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengatakan longsor terjadi di wilayah kaki Gunung Burangrang yang rawan pergerakan tanah. Kejadian ini diperparah oleh curah hujan tinggi dan angin kencang yang terjadi sejak dua hari terakhir.

Awaludin menuturkan, dalam peristiwa tersebut, lebih dari 100 warga dilaporkan menjadi korban. Hingga kini terdapat tujuh orang ditemukan meninggal dunia, 21 orang selamat, dan 93 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)