34% Peserta Program Magang Nasional Langsung Direkrut Kerja

25 June 2026 15:35

Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program Magang Nasional dan Sekolah Unggul Garuda. Langkah ini diambil untuk mempersiapkan talenta muda Indonesia agar memiliki kompetensi unggul dan mampu bersaing di kancah global.

Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, menyatakan bahwa program Magang Nasional bertujuan menjadi jembatan untuk mengatasi kesenjangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Melalui inisiatif ini, para lulusan perguruan tinggi mendapatkan kesempatan emas untuk memperoleh pengalaman kerja nyata sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi pasar kerja yang kompetitif.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah tidak main-main dalam memberikan dukungan finansial. Tercatat, anggaran sebesar Rp6,26 triliun telah disiapkan untuk menyokong keberlangsungan Program Magang Nasional serta pelatihan vokasi.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per 21 Juni 2026, terdapat total 370,5 ribu pendaftar di tahap pertama, di mana 102,6 ribu di antaranya berhasil ditempatkan pada 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah yang tersebar dalam empat gelombang. Seluruh proses monitoring program ini dilakukan secara terintegrasi melalui aplikasi MagangHub.
 

Baca juga: Ini Tiga Sektor Penyerap Terbesar Peserta MagangHub 2025

Serapan Tenaga Kerja Meningkat 

Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang sangat signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Kurnia Ramadhana mengungkapkan bahwa sekitar 34 persen atau berkisar 5.063 peserta dari angkatan pertama langsung mendapatkan tawaran pekerjaan, baik sebagai karyawan tetap maupun kontrak, di perusahaan tempat mereka menjalani magang.

"Integrasi antara proses magang dengan kesempatan bekerja di tempat yang sama terbuka lebar dengan adanya program ini," ujar Kurnia.

Selain membuka peluang kerja, program ini juga fokus pada peningkatan kemampuan teknis (hard skills) dan nonteknis (soft skills) peserta, seperti komunikasi dan kerja sama tim. Sebagai nilai tambah, peserta juga dibekali dengan sertifikasi kompetensi yang diakui di dunia kerja.

"Peningkatan juga tercatat pada kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas, hingga keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan," kata Kurnia. 

Tingkat kepuasan peserta terhadap program ini tergolong sangat tinggi. Dari hasil evaluasi terhadap 65.245 peserta, sebanyak 84,26 persen menyatakan puas atau sangat puas.

Tak hanya dari sisi pengembangan diri, program ini juga memberikan nafas bagi ekonomi keluarga peserta. Sebanyak 67,13 persen responden mengakui bahwa program magang ini membantu atau sangat membantu kondisi ekonomi mereka dan keluarganya.

(Anggie Meidyana)


Close Ads X
Close Ads X