8 January 2026 09:56
Istana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Praseteyo Hadi menyatakan keprihatinan atas dugaan teror yang dialami sejumlah influencer setelah menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Istana secara resmi meminta Kepolisian Republik Indonesia mengusut tuntas kasus ini.
Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah tidak membenarkan adanya intimidasi, ancaman, ataupun tindakan kekerasan kepada warga negara, termasuk influencer, atas aktivitas berpendapat di ruang publik. Ia menyebut demokrasi di Indonesia menjamin kebebasan berekspresi selama disampaikan secara bertanggung jawab.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong kepolisian mengambil langkah hukum untuk memastikan keamanan para korban dan mengungkap identitas pelaku teror. Istana meminta agar semua masalah atau kritik disampaikan melalui jalur komunikasi yang sudah terbangun.
Praseteyo Hadi juga berharap agar kasus ini dapat menjadi bagian dari proses mendewasakan diri sebagai bangsa.
"Kami meminta semua kasus dilakukan investigasi," ujar Praseteyo Hadi, dikutip dari Metro Pagi Primetime Metro TV, Kamis, 8 Januari 2026.
Sebelumnya, influencer DJ Donny (Ramond Dony Adam) telah melaporkan peristiwa teror bangkai ayam dan bom molotov ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 31 Desember 2025. Teror tersebut dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) ke rumahnya di kawasan Jakarta, tak lama setelah ia mengkritisi soal bencana.
Laporan DJ Donny teregistrasi dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya. Teror bom molotov yang terjadi pada dini hari tadi merupakan bentuk ancaman kedua yang diterima DJ Donny.