19 August 2026 19:16
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan akibat cuaca panas ekstrem. Kabupaten Berau di Kalimantan Timur dan Kabupaten Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah menjadi dua wilayah terdampak paling parah dalam tiga pekan terakhir.
Dikutip dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu, 19 Agustus 2026, di Kabupaten Berau, data BMKG mendeteksi sebanyak 426 titik panas yang tersebar di Kecamatan Pulau Derawan, Segah, Kelay, Gunung Tabur, dan Sambaliung. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengungkapkan bahwa cuaca panas dan kering yang berkepanjangan telah mempercepat penyebaran api ke berbagai titik lahan.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Berau bersama Forkopimda terus mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman. Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meminta perusahaan di sektor pertambangan dan perkebunan untuk aktif membantu penanganan karhutla di sekitar wilayah operasional mereka.
Sementara itu, di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, petugas gabungan dilaporkan kewalahan menangani 22 titik kebakaran yang muncul hampir bersamaan. Kepulan asap tebal terus membumbung tinggi, mengancam kualitas udara dan pemukiman warga.
Luas lahan yang terbakar di Kotawaringin Timur dilaporkan terus bertambah, dari sebelumnya 1.207 hektar kini telah mencapai 1.317 hektar. Satgas Karhutla setempat kini memprioritaskan pemadaman di lokasi-lokasi yang dekat dengan pemukiman warga serta titik-titik yang berpotensi meluas secara masif.
Tim gabungan di kedua provinsi tersebut masih terus berjibaku di lapangan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan guna mencegah dampak yang lebih luas.