Sering Makan Junk Food? Ini Dampak Jangka Panjang yang Perlu Diwaspadai-Tips Kesehatan

17 May 2026 09:01

Jakarta: Konsumsi makanan cepat saji atau junk food semakin marak di tengah gaya hidup modern. Namun, di balik kepraktisannya, makanan cepat saji ini memiliki kandungan nutrisi yang rendah serta berpotensi mengakibatkan berbagai masalah kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Melansir dari Health Direct, junk food umumnya minim kandungan serat, vitamin, dan mineral, namun tinggi energi, garam, gula, serta lemak. Kandungan gizinya tergolong rendah karena tidak mampu memenuhi delapan nutrisi utama, di antaranya zat besi, kalori, lemak total, lemak jenuh, kalsium, protein, vitamin A, dan vitamin C. Kondisi ini membuat makanan cepat saji tidak ideal untuk dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang.

 

Efek Jangka Pendek dari Konsumsi Junk Food

Alih-alih memberikan tenaga, junk food justru sering menyebabkan tubuh cepat lelah dan kehilangan energi secara drastis. Akibatnya, seseorang akan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan fokus pada pekerjaan. Tak hanya itu, pola istirahat pun turut terganggu karena konsumsi makanan ini dapat memicu kesulitan tidur di malam hari. Jika dibiarkan, kandungan gula dan zat aditif di dalamnya juga dapat merusak kesehatan gigi dengan cepat.

Dampak Konsumsi Berlebih

Gula olahan serta lemak tidak sehat yang banyak terdapat dalam makanan cepat saji dapat mengakibatkan perubahan emosi, kelelahan, dan penurunan fungsi kognitif. Pada anak dan remaja, dampaknya lebih serius karena dapat menghambat perkembangan otak.

Melansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji seperti burger, ayam goreng tepung, dan kentang goreng dapat menimbulkan berbagai penyakit. Di antaranya obesitas, penyakit jantung, kanker, kurang gizi, stroke, gangguan fokus dan energi, melemahnya sistem kekebalan tubuh, hingga diabetes.

Mengatasi Ketergantungan Junk Food

Kondisi tubuh yang menurun akibat mengonsumsi junk food dapat diatasi melalui olahraga rutin dan pola makan bergizi seimbang. Melansir dari Kemenkes, seseorang yang ingin lepas dari ketergantungan makanan cepat saji dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Cobalah berinovasi dalam mengolah bahan makanan segar menjadi berbagai hidangan menarik.
  • Tingkatkan asupan air putih untuk meninggalkan kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan.
  • Pilih sumber makanan berserat tinggi guna menjaga rasa kenyang lebih lama.
  • Konsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar.
  • Atur pola makan agar tidak terjebak dalam kondisi rasa lapar berlebihan.
  • Jangan pernah melewatkan sarapan.


Dengan membatasi konsumsi makanan cepat saji dan beralih ke pola makan yang lebih sehat, risiko gangguan kesehatan dapat ditekan sekaligus menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)