Aktivitas perekonomian di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), perlahan mulai berangsur pulih dan kembali normal. Memasuki pekan ketiga pascagempa yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus lalu, geliat aktivitas jual beli di pasar tradisional setempat mulai menunjukkan tren peningkatan.
Meskipun aktivitas perdagangan telah berangsur aktif, para pedagang untuk sementara waktu belum diperbolehkan kembali berjualan di dalam gedung utama pasar. Kebijakan ini diambil demi keamanan menyusul ancaman gempa susulan yang masih kerap terjadi. Sebagai gantinya, para pedagang tampak antusias menggelar lapak dagangan di bawah tenda-tenda darurat di area luar pasar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pasokan barang dagangan kini sudah jauh lebih lengkap dibandingkan pekan-pekan awal pascagempa. Berbagai komoditas pokok seperti sayur-sayuran, buah-buahan, hingga bumbu dapur (bawang merah, bawang putih, dan cabai) sudah kembali tersedia dalam jumlah memadai dengan kualitas yang lebih baik. Pasokan komoditas ini didatangkan langsung dari wilayah lokal Nagekeo, serta kabupaten tetangga seperti Bajawa dan Ende.
Jumlah Penjual Lebih Banyak dari Pembeli
Kendati pasokan melimpah, denyut pemulihan ekonomi ini masih diiringi tantangan tersendiri bagi para pedagang. Salah seorang pedagang pasar, Ibu Wiwinarti, mengungkapkan bahwa tingkat keramaian pembeli belum sepenuhnya pulih seperti sedia kala.
"Waktu awal-awal setelah gempa orang tidak berani datang karena takut. Sekarang sudah mendingan sedikit, lumayan ada peningkatan. Tapi kami memang belum diizinkan berjualan di dalam gedung karena gempa susulan masih terus terjadi," ujar Wiwinarti.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini jumlah penjual di area darurat jauh lebih banyak dibandingkan jumlah pembeli yang datang ke pasar. Akibatnya, para pedagang kerap mendapati sisa barang dagangan, khususnya sayur-mayur, lebih banyak daripada hari-hari normal sebelum bencana terjadi.
Meski demikian, secercah harapan terus tumbuh seiring kembalinya aktivitas masyarakat secara perlahan. Pemerintah daerah bersama para pedagang terus beradaptasi di tengah situasi pemulihan pascagempa sambil menanti kepastian keamanan struktur gedung pasar untuk dapat digunakan kembali.