23 July 2026 15:38
Sudah hampir dua tahun berlalu sejak musibah ambruknya atap gedung SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, namun hingga kini gedung tersebut belum kunjung diperbaiki. Kondisi bangunan yang rusak parah membuat fasilitas pendidikan ini terbengkalai dan tidak dapat digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.
Kejadian robohnya atap ini berdampak langsung pada lima ruangan vital, yang terdiri dari empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Akibatnya, sebanyak 270 siswa terpaksa mengungsi demi keamanan dan keberlangsungan studi mereka.
Selama masa penantian renovasi, seluruh siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 menumpang di gedung sekolah tetangga, yakni SDN Kebayoran Lama Selatan 11, yang lokasinya berada tepat di samping sekolah lama.
Untuk menyiasati keterbatasan ruang, pihak sekolah menerapkan sistem shifting atau pembagian waktu belajar. Meski harus berbagi gedung, pihak sekolah memastikan bahwa seluruh siswa tetap mendapatkan hak belajar sesuai dengan jam pelajaran yang telah ditetapkan pemerintah.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menyatakan bahwa rencana renovasi akan terus disesuaikan demi masa depan sekolah. Ia menegaskan prioritas utama saat ini adalah memastikan anak didik tetap memiliki akses pendidikan yang setara.
"Pelaksanaan renovasi terkait dengan sekolah ini ke depan, tentu keseluruhannya akan menyesuaikan. Dan kami tetap berprinsip bahwa bagaimana caranya agar anak-anak didik kita itu tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, dalam hal ini dengan memanfaatkan seluruh sekolah yang ada di kawasan ini,” ujar Syafrin dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 23 Juli 2026.
Meski solusi sementara telah berjalan, para siswa dan orang tua murid berharap proses pembangunan kembali gedung sekolah mereka segera direalisasikan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali normal seperti sedia kala.