23 September 2026 18:28
Pemerintah mempercepat pengembangan etanol sebagai bahan bakar campuran bensin guna mengurangi ketergantungan nasional pada impor bahan bakar minyak (BBM). Dalam program ini, pemerintah menargetkan penggunaan campuran etanol dalam bensin terus meningkat hingga mencapai target E20 dengan mengandalkan bahan baku dari tebu, jagung, dan singkong.
Guna mendukung pencapaian target tersebut, pemerintah menyiapkan alokasi lahan seluas 1 hingga 2 juta hektare dengan tebu sebagai komoditas utama. Pemerintah juga akan menggandeng pihak BUMN serta swasta untuk membangun pabrik-pabrik etanol di berbagai daerah, seraya memastikan kepastian status lahan terlebih dahulu agar investasi dapat berjalan lancar.
Terkait penyediaan lahan tanaman bahan baku, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan pemanfaatan lahan agroforestry serta lahan yang sudah dilepaskan daripada langsung membuka kawasan hutan.
“Pertama kan ada lahan yang mau dihutankan kembali atau agroforestry untuk tanaman pangan, itu kan ada 20 juta ya, kita pilih dari situ dulu. Jadi jangan langsung babat hutan, enggak, itu terakhir. Yang kedua adalah seluruh yang sudah dilepaskan kita pilih ada 1,3 juta hektar, kita pilih lagi kalau sudah cocok dengan tebu, itu aja kita pakai. Paling terakhir baru pelepasan hutan, itu paling terakhir. Pokoknya kita jaga lingkungan tetapi kita juga menjadi swasembada energi," ujar Andi Amran dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu, 23 September 2026.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong Indonesia mencapai swasembada energi secara berkelanjutan.