Sebanyak 422 aktivis armada Global Sumud Flotilla (GSF) telah tiba, di Istanbul, Turki, pada Kamis, 21 Mei 2026, waktu setempat. Mereka ditahan tentara Israel setelah mencoba menerobos blokade laut Gaza
Para aktivis terlihat turun dari pesawat dengan mengenakan pakaian olahraga abu-abu dan kafiyeh Arab. Mereka disambut perwakilan negara masing-masing serta keluarga yang telah menunggu di bandara. Setibanya di Istanbul, para aktivis juga meneriakkan yel-yel dukungan untuk pembebasan Palestina sambil mengacungkan salam dua jari.
Sejumlah aktivis tampak mengalami cedera dan berdasarkan kantor berita Anadolu beberapa anggota GSF akan menjalani pemeriksaan medis setibanya di Turki.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan seluruh aktivis armada GSF telah
dideportasi melalui bandara sipil di dekat Kota Eilat, Israel Selatan.
Salah satu aktivis asal Turki, Abdulhamit Yagmurcu, mengaku mengalami
penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi selama berada dalam tahanan Israel.
“Kami mengalami beberapa hal yang sangat tidak menyenangkan. Kami mengalami penyiksaan yang serius, tetapi karena itu, kami belajar apa yang terjadi pada masyarakat yang telah memulai murka Tuhan, dan menderita kutukan-Nya karena kejahatan yang telah mereka lakukan," ujar Abdulhamit dalam tayangan
Headline News Metro TV, Jum'at 22 Mei 2026.
"Bagaimana mereka kehilangan kemanusiaan mereka, kekejaman yang mereka timpakan kepada saudara-saudari kami (Palestina). Menjalani semua itu selama beberapa hari sangat sulit bagi kami,” katanya