Madinah: Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Muhammad Irfan Yusuf melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur penyedia catering menjelang kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Madinah Al-Munawwarah.
Dalam sidak ini, Gus Irfan, biasa dia disapa, memastikan seluruh rangkaian proses penyiapan makanan berjalan dengan standar yang berlaku. Mulai dari penyimpanan bahan baku, proses memasak, tahap pengemasan, dan juga distribusi makanan kepada para jamaah.
"Kami dengan tim Amirul Hajj mengadakan kunjungan ke dua dapur yang dari beberapa belas dapur yang ada," kata Gus Irfan, dalam program Metro Siang Metro TV, Kamis, 4 Juni 2026.
Gus Irfan juga menekankan pentingnya penggunaan bumbu-bumbu dan bahan baku asal Indonesia, agar cita rasa makanan yang disajikan tetap akrab dengan lidah para jamaah dari Indonesia.
Aspek kebersihan dan juga keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam pengecekan ini pemirsa. Petugas diminta untuk terus memastikan area produksi dan penyimpanan bahan makanan selalu dalam kondisi yang bersih dan higienis.
Dia juga meminta agar kapasitas produksi serta distribusi makanan mampu memenuhi kebutuhan jamaah tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Ada 23 dapur katering yang telah disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumsi para jamaah haji Indonesia selama berada di Madinah Al-Munawwarah.
Pemerintah berharap layanan konsumsi yang baik dapat mendukung kenyamanan dan juga kesehatan para jamaah dalam menjalankan ibadah selama di Tanah Suci.