Dampak Kemarau, Harga Wortel di Makassar Tembus Rp14 Ribu/kg

18 July 2026 15:28

Makassar: Musim kemarau mulai berdampak terhadap kenaikan harga komoditas pangan, seperti sayuran dan bumbu dapur, di pasar tradisional Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kenaikan terpantau sudah terjadi dalam satu pekan terakhir.

Di Pasar Pabaeng-Baeng Makassar, misalnya. Ada tiga komoditas pangan yang mengalami kenaikan paling tajam, yakni wortel, cabai merah besar, dan juga mentimun.

Wortel dari yang sebelumnya hanya berkisar Rp8.000 per kilogram (kg), kini menjadi Rp14 ribu per kg. Sementara cabai merah kini menjadi Rp45 ribu per kg, dari sebelumnya Rp35 ribu per kg.

"Sementara itu, timun yang biasanya ini dijual di Rp5.000 per kg, kini meningkat lebih dari dua kali lipat harganya menjadi Rp12 ribu per kg," kata Jurnalis Metro TV Sabda Rolle, dalam program Metro Siang Metro TV, Sabtu, 18 Juli 2026.
 



Di satu sisi, harga telur ayam mulai mengalami kenaikan tipis. Dari sebelumnya Rp45 ribu per rak, kini menjadi Rp47 ribu per rak. Demikian juga dengan ayam potong, dari sebelumnya Rp27 ribu per kg, saat ini harganya di Rp29 ribu per kg.

Pedagang menyebut kenaikan harga ini memang dipicu, karena menurunnya pasokan dari daerah sentra pertanian di Sulsel dan beberapa daerah pemasok lainnya. 

"Musim kemarau yang berlangsung menyebabkan lahan pertanian ini mengalami kekurangan air, sehingga pertumbuhan tanaman tidak optimal dan hasil panen ini menjadi berkurang," ujar Sabda.

Daya beli masyarakat berkurang


Kenaikan harga ini juga turut mempengaruhi daya beli masyarakat. Banyak pembeli memilih mengurangi jumlah pembelian atau mencari komoditas pengganti yang harganya lebih terjangkau.

"Sementara pedagang mengaku penjualan ini juga memang sempat mengalami penurunan, karena konsumen menjadi lebih selektif saat berbelanja," kata Sabda.

Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik, agar produksi pertanian kembali normal dan juga pasokan ke pasar meningkat. Dengan demikian, harga bahan pokok ini diharapkan dapat berangsur stabil sehingga tidak semakin membebani masyarakat.


(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X