17 January 2026 14:33
Warga Kampung Eretan, Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, kini menghadapi krisis berlapis akibat banjir yang merendam permukiman mereka selama sepekan terakhir. Selain kekurangan kebutuhan pokok dan ancaman penyakit, warga kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur-sumur mereka terendam luapan air hingga menjadi keruh dan tidak layak konsumsi.
Kondisi ini diperparah dengan terputusnya akses keluar masuk kampung akibat genangan banjir yang belum sepenuhnya surut. Krisis air bersih ini berdampak langsung pada kondisi kesehatan warga yang sangat bergantung pada sumur untuk kebutuhan minum dan memasak.
Salah seorang warga terdampak, Sapiah, mengungkapkan bahwa air bersih menjadi kebutuhan yang paling mendesak saat ini karena seluruh sumber air warga telah tercemar.
"Kami kesulitan air bersih. Air sumur yang biasa dipakai untuk minum dan masak sekarang kotor karena terendam banjir. Harapan kami mudah-mudahan ada bantuan yang datang, terutama bantuan air bersih," ujar Sapiah, dikutip dari Metro Siang Metro TV, Sabtu, 17 Januari 2026.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang membuat sungai-sungai besar tidak mampu menampung debit air hingga meluap ke permukiman. Meski saat ini ketinggian air mulai berangsur surut, ia meminta warga tetap waspada menghadapi puncak musim hujan.