Jakarta: Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal Purnawirawan TNI Try Sutrisno, merupakan seorang purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat. Rekam jejaknya di militer dimulai pada tahun 1956 di usia 21 tahun.
Selama kariernya, Try Sutrisno pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Tri Sutrisno Lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 15 November 1935. Beliau adalah anak ketiga dari lima bersaudara.
Berikut adalah poin-poin utama rekam jejak beliau:
1. Karier militer yang cemerlang
- Pendidikan Awal: Masuk Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956 dan lulus pada 1959.
- Pengalaman Tempur: Terlibat dalam operasi penumpasan pemberontakan PRRI di Sumatra tak lama setelah lulus.
- Ajudan Presiden: Menjadi ajudan kepercayaan Presiden Soeharto pada tahun 1974, yang menjadi titik balik melejitnya karier militer beliau.
- Jabatan Strategis:
- Pangdam Jaya (1982–1985).
- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) (1986–1988).
- Panglima ABRI (1988–1993).
2. Wakil Presiden RI (1993–1998)
- Pencalonan: Dicalonkan secara mengejutkan oleh Fraksi ABRI di MPR sebelum mekanisme pemilihan formal dimulai, mendahului pilihan resmi Presiden Soeharto saat itu.
- Masa Jabatan: Mendampingi Presiden Soeharto hingga tahun 1998. Beliau dikenal sebagai sosok yang disiplin, rendah hati, dan tetap memegang teguh nilai-nilai militer selama menjabat.
-
3. Kiprah Setelah Pensiun
- Aktivisme Politik: Tetap aktif menyuarakan pemikiran strategis mengenai pertahanan dan kedaulatan negara.
- Dewan Pengarah BPIP: Beliau dipercaya sebagai Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Try Sutrisno wafat pada 2 Maret 2026. Beliau dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.